luka gores

Setiap orang kemungkinan pernah mengalami luka gores. Luka ini sebenarnya tidak terlalu dalam menembus kulit. Hanya saja rasa sakitnya bisa cukup menyiksa jika yang terkena adalah bagian jari tangan. Di lain sisi, luka goresan di bagian tubuh lain tidak sesakit luka di jari. Kenapa bisa begitu?

Alasannya, terdapat banyak nosireseptor pada jari. Reseptor ujung saraf bebas ini jumlahnya lebih tinggi dalam per millimeter perseginya ketimbang di permukaan tubuh lain. Jari pun menjadi lebih sensitive terhadap sentuhan. Oleh sebab itu seseorang lebih kerap memakai jarinya untuk merasakan atau mengidentifikasi sesuatu.

Akhirnya, jika jari mengalami luka sekalipun tidak dalam, maka sakitnya cukup terasa tidak nyaman. Goresan benda yang membuat luka kecil memiliki sensasi seperti melukai jaringan kulit denganara kasar. Nyeri yang dirasakan, muncul akibat bersentuhan langsung dengan sebagian syaraf sensitif di permukaan kulit.

Di samping itu, nyeri luka gores seringkai lebih lama karena hanya umumnya memiliki sedikit darah atau tidak ada darah sama sekali. Ketiadaan darah membuat luka tidak secepatnya menutup. Akibatnya syaraf akan terbuka dalam jangka waktu lebih lama dan rasa nyeri pun tetap dirasakan.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here