Kerokan-

Salah satu jenis pengobatan tradisional yang masih kerap dilakukan saat ini adalah kerokan. Umumnya cara tersebut dianggap mampu menghilangkan masuk angin, perut kembung, atau sekedar sakit kepala, leher kaku dan rasa tak enak badan lainnya.

Kerokan awalnya diduga berasal dari Tiongkok atau Cina, yang lantas menyebar ke berbagai negara dan wilayah lain seiring menyebarnya warga Tiongkok.

Banyak yang merasa lega dan lebih sehat setelah permukaan kulitnya digosok dengan keras menggunakan suatu alat semisal uang logam atau lempengan tumpul lainnya. Agar lebih licin maka digunakan minyak kayu putih atau minyak gosok sebagai pelumas.

Akan tetapi, Anda sebaiknya mempertimbangkan efek samping yang akan terjadi jika sering melakukan kerokan. Berikut ini beberapa hal yang dapat terjadi seperti dikutip dari laman The Alternative Daily, Sabtu (23/9/2017):

Radang : jika Anda melakukan kerokan di bagian leher, maka perhatikan untuk mengurangi tekanan uang logam ke kulit. Lakukan secara lembut saja, sebab bisa terjadi radang tenggorokan jika terlalu keras. Seorang pasien dilaporkan mengalami epiglotitis akut akibat kerokan.

Transfer kuman: apabila kerokan dilakukan terlalu keras bahkan sampai terjadi perdarahan maka dikhawatirkan menjadi penyebab berpindahnya kuman atau bakteri ke dalam kulit. Untuk pencegahan, gunakan alat kerok atau uang logam yang sudah dibersihkann lebih dulu.

Faktanya kerokan dilakukan dengan cara menggosok permukaan kulit agar pembuluh darah kecil atau kapiler melebar dan terbuka, dengan demikian maka aliran darah lebih lancar. Pendistribusian oksigen ke seluruh tubuh pun jadi lebih baik setelahnya. Karena itu, usai kerokan orang akan merasakan sensasi lega dan nyaman.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here