Home / Berita / Komnas HAM: Jika RKUHP Disahkan, Korban Perkosaan Bisa Dipenjara

Komnas HAM: Jika RKUHP Disahkan, Korban Perkosaan Bisa Dipenjara


Pasal mengenai perzinaan juga akan turut dibahas dalam RKUHP yang akan segera disahkan oleh DPR selaku lembaga legislatif di Indonesia. Namun ada satu hal yang menarik di mana pasal mengenai perzinaan tersebut masuk di bagian asusila.


Komsioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan bahwa pasal yang mengatur tentang perzinaan harus dimasukkan ke bagian kejahatan. Choirul memandang bahwa perzinaan bukan masalah kesusilaan tetapi kejahatan.


“Pasal perzinaan sangat berpotensi korban pemerkosaan akan menjadi korban perzinaan. Nikah siri, nikah adat akan kena juga dengan Pasal perzinaan,” kata Choirul di Kantor Komnas HAM, Jumat (2/2/2018).


Korban pemerkosaan kini akan menjadi rawan untuk dipidanakan jika dirinya tidak dapat membuktikan bahwa pernah diperlakukan seperti itu. Dengan berubahnya delik aduan menjadi delik umum juga membuat pihak yang berkepentingan dapat melaporkan seseorang dengan menggunakan Pasal Perzinaan tersebut, dimana jika sebelumnya hanya pihak yang dirugikan saja yang dapat membuat aduan.


“Pencabulan, pemerkosaan itu kejahatan, bukan problem kesusilaan. Dalam RKUHP pemerkosaan itu masuk kesusilaan, bukan kejahatan,” kata dia.


Tidak hanya itu, RKUHP juga mengatur mengenai LGBT. Seringkali masalah LGBT ini terus ditabrakkan dengan HAM kepada para pelakunya yang menganggap itu adalah hak mereka. Komnas HAM juga melihat bahwa pengaturan mengenai LGBT akan berdampak pada munculnya persekusi.


“Siapapun tidak boleh melakukan pencabulan dan pemaksaan. Perilaku itu adalah perilaku kejahatan. Kami menolak identitas sesama jenis itu. Semangatnya pengaturan dalam perilaku seksual itu iya, tapi tidak boleh menunjukkan identitas. Kalau menunjukkan identitas bisa menuju persekusi,” tegas dia.


Komnas HAM juga mendorong agar perilaku seksual yang menyimpang tersebut harus dilihat secara umum jika memang pelakunya melakukan kejahatan seperti pencabulan dan sebagainya. “Karena kejahatan seksual yang dilakukan itu adalah kejahatan tanpa memperhatikan orientasi seksual, baik heteroseksual ataupun homoseksual,” tutup dia. (nug)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

About Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *