KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto secara resmi menutup kegiatan latihan milter bersama TNI AU dan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) Elang Malindo ke 28 tahun 2017, di lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.


Penutupan ditandai dengan pelepasan tanda latihan kepada perwakilan prajurit TNI AU dan TUDM. Sebelumnya di VVIP Base Room Lanud Adisutjipto, diadakan penyematan wng kepada peserta latihan Elang Malindo. Penutupan Elang Malindo tersebut juga dihadiri Panglima TUDM Jenderal Datuk Seri Affandi Buang.


Latihan tersebut melibatkan masing-masing 30 personel TNI AU dan TUDM. Untuk latihan sendiri lebih dititik beratkan pada latihan pusat komando pengendalian (Puskodal) dan berlansung selama lima hari, yaitu mulai Senin (18/9/2017) sampai Jumat (22/9/2017) di pusatkan di Lanud Adisutjipto.


KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan latihan militer ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan TNI AU dan TUDM yang dimulai sejak 1975. Tempat dan tema kegiatan sendiri berbeda-beda. Untuk tahun ini yang menjadi tuan rumah Indoesia, untuk latihan sendiri lebih menitik beratkan pada komando pengendalian (Kodal).


“Karena hanya gladi Posko maka dalam latihan ini tidak melibatkan Alutsista,” kata Hadi usai penutupan Elang Malindo di lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Jumat (22/9/2017).


Hadi menjelaskan dengan adanya latihan ini diharapkan akan menyamakan persepsi di antara dua angkatan udara Indonesia dan Malaysia. Sehingga, saat di lapangan akan memiliki kesamaan, baik yang menyangkut apa saja yang diperlukan saat operasi militer maupun Kodal.


Karena itu dalam kegiatan ini lebih banyak melakukan latihan koordinasi. “Latihan ini bukan hanya sharing pengalaman, namun juga saling memberi dan mengisi. TNI AU memberikan apa yang tidak dimiliki TUDM begitu sebaliknya TUDM memberikan apa yang tidak dimiliki TNI AU. Jadi keduanya saling mengisi dan memberi,” paparnya.



Menurut Hadi, setelah latihan ini, diharapkan kedua angkatan segera menyiapkan diri, untuk latihan selanjutnya. Sebab untuk latihan Elang Malindo yang akan datang, akan lebih menitik beratkan pada mnuver lapangan. Di mana TNI AU dan TUDM akan mengerakan pesawatnya dari masing-masing negara.


“Kami harapkan dengan latihan ini akan meninhgkatkan kemampuan pesonel dan persenjatan sekaligus tetap menjaga hubungan baik, baik TNI AU dan TUDM maupun hubungan diplomas Indonesia dan Malaysia,” tandasnya.


Sumber: sindonews.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here