Kumpulan Foto dan Video Kericuhan LBH Jakarta


Situasi di LBH Jakarta dini hari ini semakin memanas. Massa yang mengepung kantor LBH semakin banyak dan terus berusaha masuk.


Sambil berteriak ‘Ganyang PKI’ massa terus berdatangan ke Gedung LBH di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat. Mereka meneriakkan di dalam gedung LBH telah dilakukan kegiatan berbau PKI.


Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Suyudi yang berada di lokasi mencoba menenangkan massa. Dia memasyikan, tidak ada kegiatan berbau PKI di gedung LBH.


Massa yang terus bertambah tetap berteriak-teriak. Mereka berkukuh ada kegiatan berbau PKI di dalam gedung LBH.


“Mereka hanya sedikit, di dalam hanya 20 sampai 30 orang, Mereka khawatir untuk keluar. Pahami situasi ini, yang penting kegiatan di dalam, tidak ada kegiatan yang bernuansa PKI,” tegas Suyudi.


“Bohong!” teriak massa dengan nada tinggi.


Kapolres dan Dandim Jakarta Pusat

Kapolres dan Dandim Jakarta Pusat (Foto: Ardhana Pragota/kumparan)


Kapolres dan Dandim meminta massa agar segera membubarkan diri. Pasukan brimob dan pengedali massa sudah didatangkan.


Hingga pukul 00.55 WIB, massa masih bertahan di gedung LBH Jakarta. Akibat aksi ini, Jl Diponegoro yang mengarah ke Salemba ditutup.


Polisi: Kabar di Medsos Ada Kegiatan PKI di LBH Jakarta Tidak Benar



“Yang beredar di medsos bahwa ada kegiatan PKI itu tidak benar. Saya minta masyarakat tenang, hargai, janga sampai kita berhadap-hadapan dengan TNI dan Polri,” kata Kombes Suyudi di depan gedung LBH Jakarta, Jl Diponegoro, Jakpus, Senin (18/9) pukul 00.40 WIB.


Kapolres Jakarta Pusat didampingi Dandim Jakarta Pusat Letkol Edwin Adrian. Suyudi menduga, ada pihak ketiga yang sengaja memanaskan suasana.


“Jangan sampai kita berhadap-hadapan TNI dan Polri, justru mereka mungkin senang, pihak-pihak ketiga yang ingin memanfaatkan situasi ini,” tegasnya.


Kapolres Jakarta Pusat meminta massa bubarkan diri

Kapolres Jakarta Pusat meminta massa bubarkan diri (Foto: Ardhana Pragota/kumparan)


Suyudi mengaku sejak siang sudah berada di dalam LBH Jakarta untuk memantau kegiatan. Dia memastikan, tidak ada kegiatan berbau PKI, hanya ada pertunjukan seni.


Polisi sudah meminta agar massa meninggalkan LBH Jakarta dan kembali ke rumah masing-masing. Namun, massa tetap bertahan. Pasukan Brimob dan pengendali massa telah didatangkan. Water canon juga sudah disiagakan di sekitar lokasi.


Peserta Diskusi di LBH Dievakuasi dengan Truk dan Bus Polisi


Peserta acara di LBH dikumpulkan di Jalan Mendut

Peserta acara di LBH dikumpulkan di Jalan Mendut (Foto: Ardhana Pragota/kumparan)


Suasana di depan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH)) Jakarta mulai kondusif, setelah polisi berhasil memukul mundur puluhan massa demonstrasi yang datang tiba-tiba.


Pantauan di lokasi, Senin (18/9), para peserta diskusi yang total keseluruhan sekitar 200 orang itu mulai dievakuasi keluar sekitar pukul 02.00 WIB. Dikawal polisi, mereka dikumpulkan di jalan samping kantor LBH.


Saat mulai dikumpulkan, polisi lebih dulu memeriksa sekitar dua orang peserta diskusi, diduga bersekongkol dengan demonstran yang sudah mulai membubarkan diri soal kondisi di dalam.


Polisi evakuasi peserta acara di LBH

Polisi evakuasi peserta acara di LBH (Foto: Ardhana Pragota/kumparan)


Sementara suasana di depan sekitar kantor LBH sudah mulai tidak ada massa demonstrasi. Para massa dipukul mundur ke arah RSCM.


Lalu sekitar pukul 01.50 WIB, para peserta diskusi baik aktivis maupun mahasiswa, mulai dievakuasi menggunakan 3 truk polisi dan 1 bus polisi berukuran sedang. Belum diketahui dibawa ke mana, yang pasti teman yang lebih aman.


Sementara polisi dari Brimbob dan Sabhara masih menyisir lokasi di sekitar LBH hingga ke RSCM maupun jalan sebaliknya. Suasana masih tampak banyak batu berserakan, pot rusak, termasuk ada sekitar 8 motor masih terguling belum dievakuasi.


Sejumlah motor rusak akibat ricuh massa

Sejumlah motor rusak akibat ricuh massa (Foto: Ardhana Pragota/kumparan)


Kericuhan itu bermula dari kehadiran puluhan orang yang tiba-tiba berkumpul di depan LBH Jakarta sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka menyuarakan penolakan terhadap kegiatan di LBH karena dikira sedang membahas soal PKI.

Puluhan Motor dan Satu Mobil Rusak Akibat Ricuh di Depan LBH

Suasana di sekitar depan Kantor LBH Jakarta, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta, berangsur mulai kondusif. Namun bentrokan antara massa demonstrasi dengan polisi, menyebabkan puluhan motor tumbang dan satu mobil rusak.

Massa lalu menyerang polisi dengan melemparkan batu. Sempat tertahan, namun polisi bertindak tegas dengan terus melontarkan gas air mata yang membuat mata perih. Massa pun mulai kocar kacir.


Untuk diketahui, polisi sebelumnya sudah memberi tahu bahwa tidak ada diskusi PKI di LBH, tapi diskusi soal demokrasi.


Nah, saat polisi membubarkan massa aksi itulah banyak motor yang terpakir di sekitar kantor LBH Jakarta roboh. Massa yang tunggang-langgang mungkin tak sempat membawa motor mereka, sehingga tergeletak.


Tapi bukan hanya motor massa aksi, banyak juga motor warga yang parkir karena semal ingin menonton. Termasuk motor pengendara ojek online. Motor-motor itu tumbang di antara massa yang lari dan polisi yang memukul mundur.


Tampak juga satu mobil di dalam kantor LBH rusak akibat dilempar batu oleh peserta aksi. Termasuk salah satu motor yang terpakir di halaman LBH.


Mobil rusak karena ricuh massa di sekitar LBH


Padahal, acaranya adalah #AsikAsikAksi, yaitu acara penampilan seni, puisi menyanyi dalam rangka keprihatinan atas pembubaran acara seminar sejarah yang dibubarkan oleh aparat sehari sebelumnya.


4 Perusuh di LBH Jakarta Diciduk Polisi


Polisi dalam waktu yang cepat berhasil memukul mundur massa yang ricuh di depan LBH Jakarta. 4 orang perusuh berhasil ditangkap.


Pantauan di sekitar LBH Jakarta, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (18/9), massa berhasil dipukul mundur pukul 02.30 WIB. Tembakan gas air mata, water canon dan tembakan peringatan berhasil membuat massa tunggang langgang.


Tiga orang diamankan usai ricuh di dekat LBH

Tiga orang diamankan usai ricuh di dekat LBH (Foto: Teuku Muhammad Valdy Arief/kumparan)


Sebagian polisi juga bergerak ke arah Jl Proklamasi. Di Jl Proklamasi, polisi berhasil membebuk 4 perusuh.


Keempat perusuh itu langsung ditangkap dan dimasukkan ke panser Anoa. Keempatnya babak belur.


Massa Berhasil Dipukul Mundur, Suasana LBH Berangsur Kondusif


Polisi berhasil memukul mundur massa yang rusuh di LBH Jakarta. Suasana di sekitar LBH Jakarta kini mulai kondusif.


Pantauan di lokasi, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (18/9) pukul 02.30 WIB, seluruh massa yang sempat mengepung gedung LBH Jakarta sudah pergi. Namun, polisi masih berjaga hingga ke RSCM.


Batu-batu yang digunakan massa sebagai senjata berserakan di sepanjang Jl Diponegoro. Beberapa motor terlihat rusak.


Sementara itu, di sekitar gedung LBH, beberapa mobil rusak parah terkena lemparan batu. Kaca-kaca kantor LBH Jakarta pun pecah akibat keganasan massa.


5 Anggota Polisi Terluka Kena Lemparan Batu


Idham mengatakan polisi yang terluka langsung dibawa ke rumah sakit. Pantauan kumparan (kumparan.com), saat terjadi bentrok, selain polisi terkena lemparan batu, juga ada yang disiram air panas yang sengaja dibawa salah seorang demonstran.


“Alhamdulillah tadi sekitar pukul 02.00 WIB seluruh masa yang tadinya berusaha masuk, memaksakan kehendak ke dalam kantor YLBHI, bisa kita kendalikan dan suasana Jakarta alhamdulillah dapat terkendali, aman,” tuturnya.


Idham menyebut ada sekitar 5 orang anggota massa aksi yang diamankan dan akan diproses hukum oleh polisi. Meski pantauan kumparan, ada lebih dari 5 orang yang diamankan oleh polisi tersebut.


“Kami tadi menggerakkan petugas kurang lebih 1000 orang,” ucap Idham.


Saat ini kondisi di Jalan Diponegoro sudah kondusif. Namun banyak batu masih berserakan, pot-pot hancur, bahkan sebelumnya puluhan motor tergeletak akibat dari bentrok massa dengan polisi. Satu kaca mobil dan kaca kantor LBH juga pecah.


“Di jalan masih banyak tuh batu-batu, dan lain-lainnya yang rusak. Dan pagi ini kita minta Pemda DKI untuk segera membersihkan,” kata Idham.


Sumber Berita Kumpulan Foto dan Video Kericuhan LBH Jakarta : Kumparan.com


Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here