Megawati Sukarnoputri yang pernah menjabat sebagai Presiden Indonesia kelima kembali menerima anugerah gelar doktor honoris causa (doktor kehormatan) oleh Universitas Negeri Padang pada Rabu (27/9/2017) kemarin. Penganugerahan yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang itu dihadiri sejumlah menteri dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Mengutip reportase Tempo.co, Kamis (28/9/2017), dengan mengenakan toga, Megawati tiba di auditorium UNP sekitar pukul 09.30. salah satu putri dari Bung Karno itu tampak didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani—yang merupakan putrinya sendiri, serta Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Intelijen Nasional Budi Gunawan.

Acara penganugerahan ini juga turut dihadiri mantan wakil presiden Boediono, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar, dan Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Syafruddin. Banyak juga anggota DPR terlihat hadir dalam rapat senat terbuka ini.

Disebutkan oleh Rektor UNP Ganefri, Megawati dianugerahi gelar doktor kehormatan dalam bidang politik pendidikan. Pemberian gelar doktor kehormatan ini diputuskan secara saksama oleh tim promotor dan anggota senat universitas.

Ia menilai, ada kajian riset mendalam mengenai karya-jasa dan kontribusi yang telah disumbangkan Ketua Umum PDI-P tersebut dalam pengembangan dunia pendidikan. Termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia seutuhnya.

“Ini sejalan pula dengan esensi program Nawacita kepemimpinan nasional saat ini, terutama butir kelima, yang menekankan peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan,” ungkapnya.

Ganefri menuturkan bahwa Megawati dinilai telah berjasa dalam dunia pendidikan selama menjabat presiden. Salah satu karya fenomenal Megawati adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menghasilkan paradigma baru dalam dunia pendidikan dari era Orde Baru ke era reformasi.


Ganefri menyebutkan bahwa undang-undang tersebut juga sangat komprehensif hingga saat ini. Banyak perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Ia menuturkan, perhatian pemerintahan sangat tinggi setelah adanya undang-undang tersebut. Salah satunya alokasi anggaran 20 persen untuk dunia pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Ada pun anugerah untuk Megawati ini dipromotori oleh Syufyarma Marsidin, Harris Effendi Thahar, Fauzan, Dasman Lanin, dan Rokhmin Dahuri, yang memberikan masukan dan pertimbangan obyektif-akademis. Juga ada masukan dari kontributor Mestika Zed dan A. Malik Fajar.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here