Deddy Mizwar kini masih tengah meraba untuk bisa ikut bertarung dalam Pilgub Jabar. Sejumlah parpol juga mempertimbangkan peta politik serta pasangan calon yang sekiranya cocok. Lantas, bagaimana dengan nasib si Naga Bonar?

Menurut penilaian Ahli Restrukturisasi Nama, Ni Kadek Hellen Kristy, berdasarkan nama dan tanggal lahir Deddy Mizwar pada 5 Maret 1955 diprediksi akan banyak hambatan yang terjadi dalam karir politiknya. Penilaian hal itu dilihat dari tahun hambatan (obstacle years) dengan angka 10 persen.

“Artinya seseorang dengan Obstacle year di atas 10 persen, adanya potensi munculnya hambatan yang signifikan dan mempengaruhi kehidupan,” kata perempuan yang akrab disapa Heleni itu, dikutip dari JawaPos.com, Senin (1/1).

Di samping itu, Deddy Mizwar jika berdasarkan namanya dinilai kurang harmonis. Walau demikian, Deddy merupakan sosok yang memiliki karakter selalu mencintai tempat di mana dia bernaung. Deddy pun mempunyai motivasi tinggi dalam meraih sukses.

Pada nama Deddy Mizwar ada kode merah atau warning code negative  yang mempunyai beberapa potensi negatif. Seperti usahanya akan mengalami kegagalan lalu kerap menjadi ’korban’ atau disalahkan dalam peristiwa politik. Padalah kenyataannya belum tentu dia bersalah. Dia pun bisa mengalami tekanan psikologis berbarengan dengan komplikasi penyakit. “Dan pengkhianatan pada tahap akhir dan menutup jalan usaha,” tutur Heleni.

Nilai Conformity Deddy Mizwar yang mereprentasikan tingkat kemudahan seseorang dalam meraih sukses hampir mencapai batas 80-100 persen, jadi artinya Deddy cenderung beruntung.

“Banyak orang mengalami hal-hal buruk pada tahun-tahun obstacle seperti perceraian, bangkrut, kehilangan pekerjaan, jatuh sakit, kehilangan sesuatu yang sangat beharga dan kejadian negatif lainnya,” ungkapnya.


Selain itu, menurut penilaian Heleni, Deddy punya karakter seorang pemimpin.  Ada semangat dan tekad di dalam sosoknya. Ia adalah pribadi yang kreatif, original, serta punya sentuhan yang tak biasa.

“Harus berhati-hati terhadap sifat egois, kesombongan, dan terlalu terpaku pada penampilan luar. Harus menjaga sikap agar tidak terlalu antusias, pemarah, dan agresif. Apabila sifat-sifat tersebut tidak dikendalikan, Anda dapat menjadi sok kuasa, pendendam, dan bahkan melakukan kekerasan. Maka jangan biarkan kesombongan menguasai,” pungkas Heleni.

Loading...

Sampaikan Pendapat