Loading...
Dunia Militer

Mampukah Pantsir-S1 Suriah Lawan Rudal Tomahawk ?

Sistem rudal-artileri pertahanan udara Pantsir-S1 (SA-22 Greyhound). © Russian MoD via Wikimedia Commons


Dengan berbekal lusinan sistem rudal/artileri pertahanan udara Pantsir-S1, Suriah masih tidak dapat mencegat rudal jelajah Tomahawk tanpa bantuan dari Rusia, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.


Sistem pertahanan udara Pantsir-S1 di Suriah telah berhasih mencegat sejumlah besar rudal jelajah Tomahawk pada tahun 2017 dan awal tahun 2018, tidak dapat disangkal. Namun, menurut pendapat para pakar, senjata ini bukan tongkat sihir untuk melawan rudal jelajah Tomahawk Amerika.


Untuk mencapai suksesi itu, sistem handud Pantsir-S1 Suriah didukung dengan baik oleh Rusia. Tanpa Rusia, terlepas dari fakta bahwa Suriah memiliki hingga 400 sistem pertahanan udara Pantsir-S1, Suriah juga tidak mungkin untuk melawan rudal jelajah Tomahawk Angkatan Laut AS.


Kapal perusak USS Laboon (DDG 58) meluncurkan rudal jelajah Tomahawk. © US Navy via Wikimedia Commons


Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sistem Pantsir-S1 itu sendiri merupakan sistem pertahanan udara jarak pendek, ketinggian rendah, sehingga efektivitas dari radarnya sangat rendah, tidak dapat mendeteksi serangan rudal jelajah Tomahawk sejak dini.

Baca Juga:  Telkom Pasang Satelit Komunikasi Di Kapal Perang TNI

Sistem udara lainnya memiliki bidang pandang yang jauh lebih luas, tetapi tak cukup jauh untuk mendeteksi peluncuran awal rudal Tomahawk. Lebih jauh, karena kondisi medan perang Suriah tidak dapat menghubungkannya ke berbagi jaringan informasi pemandu secara real-time. Oleh karena itu, Suriah tak mungkin membuat pertahanan yang kuat ketika serangan dimulai.


Menurut analis, alasan utama keberhasilan operasi pertahanan Suriah saat itu adalah sistem pengintai, pengawasan dan sistem peperangan Rusia yang mampu mendeteksi kedatangan serangan AS dan sekutunya. Dan memberikan waktu kepada Suriah untuk mempersiapkan, menginstruksikan, menunjuk target untuk sistem pertahanan udara seperti Pantsir-S1. Secara bersamaan, Rusia menggunakan jammer elektronika untuk memungkinkan sistem pertahanan udara Suriah menembak rudal-rudal tersebut.


Dan ini adalah kondisi kritis bagi Pantsir-S1 untuk berhasil mencegat rudal di Suriah. Dapat dikatakan bahwa Pantsir-S1 Syria hanya dapat memainkan peran sepenuhnya jika menerima dukungan dari radar pengintai dan kendaraan perang Rusia.

Baca Juga:  Yonif Raider 300/Brajawijaya Cianjur

Tanpa kondisi-kondisi tersebut, Pantsir-S1 tak dapat bertahan karena itu bukan untuk mencegat rudal-rudal jelajah seperti ini.


Jadi, pernyataan bahwa Pantsir-S1 Suriah telah memainkan peran yang paling penting dalam menembak jatuh rudal Tomahawk bukanlah merupakan faktor penentu dalam keberhasilan melawan serangan udara dan rudal jelajah AS.


Atau, dengan kata lain, itu hanya salah satu elemen dalam pertahanan udara dan rudal jelajah secara keseluruhan.


Negara-negara yang membeli sistem anti-pesawat tanpa alat untuk mengamankan peperangan modern dan membangun pertahanan yang kuat tentunya hanya akan membeli ratusan sistem yang tidak akan berfungsi dan akan mudah dikalahkan oleh serangan rudal jelajah.


Dan jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan baru berbasis Tomahawk terhadap Suriah, maka Pantsir-S1 tidak akan dapat melakukannya tanpa dukungan diam-diam dari teknologi Rusia lainnya.

– Jakartagreater.com

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.