Marc Marquez Pimpin Klasemen MotoGP 2017 Awalnya Itu Mustahil!

Marc Marquez menyebutkan, persaingan di MotoGP 2017 demikian sengit. Perbedaan kekuatan yang begitu tipis membuat sebuah kesalahan kecil saja berakibat fatal. Marquez melukiskan, tampil buruk bakal membuat seorang pebalap hanya mendapatkan posisi di kisaran 10 besar; sesuatu yang kontras dengan beberapa tahun lalu.

Dari tahun ke tahun, MotoGP semakin membuat persaingan antar pebalap semakin rapat. Ini dimulai dengan penyeragaman ECU yang membuat tim sekelas Yamaha atau Honda punya bagian elektronik yang sama dengan rival-rival mereka di papan bawah. Ditambah lagi, ban Michelin yang sulit ditaklukkan dan diukur.

Hasilnya, seorang pebalap yang baru saja memenangi sebuah seri sekalipun, belum tentu masuk podium dalam seri berikutnya. Contoh paling nyata adalah Maverick Vinales, yang meraih kemenangan terbanyak di putaran pertama MotoGP 2017 dengan tiga kali gelar juara race, tetapi hanya bisa ada di urutan kedua klasemen.

Hasil MotoGP Jerman 2017 Marc Marquez Juara, Jonas FOlger Runner-Up

Sebaliknya, Marc Marquez yang meraih dua kemenangan malah memimpin klasemen MotoGP 2017 dengan keunggulan lima poin dari pesaing terdekat, Maverick Vinales. Namun bukan berarti Marquez santai pula, karena hanya ada perbedaan 10 poin dari peringkat empat, Valentino Rossi. Artinya, semua serba sulit dan ketat.

Tentang hal ini, Marquez dikutip dari detikcom, menyebutkan perbedaan besar antara MotoGP tahun ini dengan MotoGP kala ia menjalani debut.

Baby Alien berkata, “Dalam pandangan saya, kompetisi yang sekarang lebih ketat daripada saat pertama saya tampil di MotoGP 2013. Kala itu, di sebuah akhir pekan yang buruk, di sebuah balapan yang buruk, Anda masih bisa berada di posisi ketiga atau empat. Sekarang di dalam akhir pekan yang buruk, Anda bisa tercecer di peringkat 10.”

“ECU tunggal (seragam, entah itu tim papan atas atau papan bawah) telah banyak membantu untuk mempersempit perbedaan di antara motor-motor yang berbeda. Juga di antara motor dengan merk yang sama (tim pabrikan dan tim satelit).”

“Performa di antara motor pabrikan dan satelit sejauh ini seimbang, dan hal ini membuat para rider seperti (Johann) Zarco, (Cal) Crutchlow (kompetitif)… (padahal mereka adalah) para pebalap yang tidak dibekali dengan peralatan pabrikan tapi memiliki motor yang amat sama dengan yang resmi.”

“Selain itu, kami punya permasalahan ban: setiap balapan terjadi perubahan besar. Dan ada juga fakta bahwa kami semua  (para pebalap papan atas) sudah crash. Semua hal ini berkaitan satu sama lain untuk menciptakan kejuaraan yang ketat seperti sekarang.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here