Home / Sports / MotoGP / Marc Marquez: Jika Tidak ‘Seruduk’ Dovizioso, Saya Bakal Tak Bisa Tidur!

Marc Marquez: Jika Tidak ‘Seruduk’ Dovizioso, Saya Bakal Tak Bisa Tidur!

Marc Marquez Jika Tidak 'Seruduk' Dovizioso, Saya Bakal Tak Bisa Tidur! (1)

Marc Marquez menyebutkan, dirinya tidak akan bisa tidur jika tidak ‘menyeruduk’ Andrea Dovizioso di GP Qatar pada Minggu (18/3) lalu. Meskipun pada akhirnya serudukan ala Baby Alien itu tidak mengubah apapun, alias Dovi tetap menjadi juara seri, Marquez puas sudah mengambil keputusan berani tersebut.

Marc Marquez sang juara bertahan MotoGP, hanya berhasil menjadi runner-up di seri pertama kejuaraan musim ini yang digelar di Sirkuit Losail, Qatar. Namun, posisi kedua tersebut didapatkan dari perjuangan gigih Baby Alien yang terus mendesak Andrea Dovizioso. Bahkan finish dengan selisih 0,07 detik dari sang pebalap Ducati.

Marquez sendiri sedikit ‘terlambat panas’ dalam balapan itu. Dia melihat terlebih dahulu Johann Zarco berkuasa nyaris sepanjang lomba. Lalu, lima lap menjelang akhir, ketika Andrea Dovizioso mengambil alih puncak, Marquez terus membuntutinya. Plus meninggalkan jauh Zarco yang motornya bermasalah.

Tiba di lap terakhir, menjelang tikungan terakhir, Marquez masih ada di belakang Dovizioso. Ia kemudian menggunakan taktik terakhir, melesat ‘menyeruduk’ posisi Dovi. Hal yang membuat penggemar MotoGP teringat kejadian yang mirip di Red Bull Ring dan Motegi tahun lalu.

Marc Marquez Jika Tidak 'Seruduk' Dovizioso, Saya Bakal Tak Bisa Tidur! (2)

Tetapi, Andrea Dovizioso sama sekali tidak tersentuh. Ia tetap berhasil menyalip Marquez sekali lagi dan mengamankan 25 poin. Di sisi lain, Marquez sama sekali tidak menyesal, upaya maksimumnya tidak berbuah kemenangan.

Dikutip dari Motorsport.com, ia menuturkan, “Jika tidak mencoba, saya tidak akan bisa tidur. Saya sudah mencoba (menyalip Dovizioso) tetapi tidak berhasil. Toh saya bisa tidur dengan nyenyak (karena sudah berani memakai cara terakhir).”

Marquez sendiri mengakui Andrea Dovizioso memang layak menang. Katanya, “Sepertinya kami memulai musim seperti kala mengakhiri (MotoGP 2017). Ini seperti deja vu. Tikungan terakhir melawan Andra, saya ‘masuk’, melebar, ia ‘masuk’ dan memenangi balapan.”

“Saya harap hal ini akan berubah di masa depan. Tapi saya sangat bahagia karena Andrea layak jadi juara. Dia lebih cepat dibandingkan dengan kami. Dia memiliki sesuatu yang lebih.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

About Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.