Loading...
MotoGP Uncategorized

Maverick Vinales: Aslinya Saya Ingin Salip Rossi Di Momen Terakhir!

Maverick Vinales Aslinya Saya Ingin Salip Rossi Di Momen Terakhir! (2)

Maverick Vinales berhasil menjadi juara GP Prancis 2017 dengan cara sensasional. Sempat disalip oleh rekan setimnya di Movistar Yamaha Valentino Rossi, Vinales kemudian balik menyalip The Doctor untuk merebut 25 poin. Vinales sendiri mengaku, dengan kekuatan dan momentum Rossi, sebenarnya ia juga menyiapkan kartu pamungkas: melakukan overtake di tikungan terakhir.

Maverick Vinales merasakan jatuh-bangun di GP Prancis yang digelar di Le Mans pada Minggu (21/5). Awalnya ia memegang pole, tetapi disalip Johann Zarco (Yamaha Tech 3). Vinales sekali lagi mendahului Zarco di lap kedelapan, lantas memimpin lomba. Namun dua lap sebelum penghabisan, ia disalip oleh Valentino Rossi.

Momen brutal pun terjadi di lap terakhir. Valentino Rossi melebar, dan hal ini langsung dimanfaatkan Vinales untuk merebut kembali posisi terdepan. Sang pebalap Spanyol tidak tertahankan lagi menggapai kemenangan ketiga musim ini. Sementara Valentino Rossi yang tertinggal, blunder sekali lagi sehingga jatuh dan gagal finish.

Baca Juga:  Hasil Kualifikasi MotoGP Qatar 2018: Zarco Pole, Marquez Start Kedua

Berbicara kepada BT Sport, Vinales ditodong pertanyaan, apa yang terjadi jika Rossi tidak melebar yang membuatnya bisa menyalip sang senior. Menurut Vinales, andai hal tersebut terjadi, ia akan terus memepet The Doctor, lalu melakukan manuver di tikungan terakhir sehingga tak bisa balik disalip Rossi lagi.

Maverick Vinales Aslinya Saya Ingin Salip Rossi Di Momen Terakhir! (1)

“Ketika Valentino mampu menyalip saya, dia mendapat sedikit celah, dan waktu per lap kami begitu sempit. Jadilah sulit bagi saya untuk kembali memimpin. Tapi saya memutuskan untuk melakukan lap yang sempruna, dan mencoba menyalipnya di tikungan terakhir. Saya berencana memakai ‘kartu’ itu.”

Ketika Valentino Rossi melebar di tikungan 11 lap terakhir, saat itulah Vinales tahu, momentum ada di tangannya kembali. Katanya, “Saya melihat Valentino melakukan kesalahan (melebar), jadi saya mengambil kesempatan. Saya memacu hingga 200 persen untuk menyalipnya; dan akhirnya inilah kemenangan yang saya dapatkan.”

Baca Juga:  Bukan Zarco Atau Folger, Ini Calon Pengganti Valentino Rossi di GP Aragon!

“Saya senang karena, setelah dua balapan yang bagai bencana (gagal finish di GP Austin dan nomor enam di GP Jerez), kemenangan datang lagi menghampiri saya.”

Kemenangan Vinales membuat dirinya kembali berada di puncak klasemen pebalap MotoGP dengan raihan 85 poin, 17 poin dari Dani Pedrosa (Repsol Honda) sang pesaing terdekat.

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.