Fakta mengejutkan dari sosok bos situs konrtoversial nikahsirri.com kembali terkuak. Seperti yang diungkapkan secara terang-terangan oleh Rani, istri Aris Wahyudi, bahwa suaminya mengalami sedikit gangguan jiwa usai menoreh kekalahan dalam Pilkada Banyumas pada tahun 2008 silam.


Kini, partai yang kala itu memberikan dukungannya kepada CEO situs NikahSirri, yaitu PDIP, akhirnya angkat suara dan blak-blakan menceritakan proses penjaringan calon Bupati saat itu, seperti yang diungkapkan oleh mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas, Suherman, dilansir Detik.com.

Diketahui bahwa calon bidikan PDIP dalam Pemilihan Bupati Banyumas 2008, Bambang Priyono tiba-tiba menyatakan untuk mundur. Padahal ketika itu sudah tak ada sisa waktu lagu. Dan keputusan pun dibuat untuk mencalonkan Aris Wahyudi untuk maju sebagai calon Bupati Banyumas sebagai wakil PDIP.

“Dengan kondisi seperti ini jujur saya pribadi sudah tidak interest, saya sudah terkekang, beberapa tahun sebelumnya saya sudah bercerita tentang suksesi Bambang Priyono. Tapi pada saat injury time seperti itu kalau boleh sedih, ya sedih. Kalau boleh sakit hati, ya sakit hati, karena ini sebuah bencana bagi PDIP Kabupaten Banyumas,” ungkap Suherman, Selasa (26/9), dikutip Detik.com, Selasa (26/9/2017).

Pada saat itu, DPC PDIP Kabupaten Banyumas memutuskan tetap mengusung Bambang Priyono. Oleh karena hal itu, sejumlah nama yang akan mendaftar memilih untuk muncur dan mencari partai lain yang bisa mengusung mereka maju dalam Pilgub 2008.

Namun disebutkan Suherman, bahwa PDIP tetap membuka diri jika ada calon lain yang mendaftarkan diri untuk maju melalui DPC PDIP Kabupaten Banyumas dengan satu syarat, yaitu melakukan komunikasi antara DPP hingga ke tingkat pusat.

Dengan mundurnya Bambang Priyono, maka hanya ada dua calon saat itu, Aris Wahyudi, seorang profesional muda sukses di Jakarta, ahli programmer, lulusan dari luar negeri dan Mardjoko. Dan meski Aris Wahyudi bukan calon idaman DPC PDIP Kabupaten banyumas, namun keputusan tetap bulat.

Hasil mengejutkan justru didapatkan oleh PDIP yang dikenal sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak di Banyumas saat itu. Ia hanya mengantongi suara 96.493 atau 10.92%. Angka tersebut terpaut sangat jauh dibandingkan pasangan nomor urut 1, Mardjoko-Achmad Husein yang diusung PKB dengan hasil 321.106 atau 36.34%, diwartakan Liputan6.com.


“Untuk calon yang diusung partai sebesar PDIP, perolehan suara Aris terhitung minim,” ungkap ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banyumas, Unggul Wasriadi, seperti dilansir oleh Liputan6.com, Senin (25/9/2017).

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here