Bipolar-Disorder

Kasus penabrakan belasan kendaraan oleh seorang wanita muda pengidap bipolar yang menyetir mobilnya dengan ugal-ugalan di Jakarta, membuat banyak orang penasaran pada penyakit ini. Apakah benar pengidap gangguan kejiwaan jenis bipolar bisa berbahaya bagi banyak orang dan bagi si penderita itu sendiri?

Terlebih dahulu sebaiknya Anda ketahui apa itu bipolar. Menurut beberapa sumber dan referensi, disebut definisi bipolar adalah kondisi seseorang yang mengalami gangguan suasana perasaan yang kronis dan bersifat episodik (hilang timbul).

Penderita akan menunjukkan gejala seperti manik, hipomanik, depresi, dan campuran dari seluruh gejala tersebut.

Saat gejala manik dialami, ia akan mengalami lonjakan emosi gembira, bahagia dan suka cita yang sangat berlebihan. Penderita akan sangat bertenaga, banyak bicara, tidak mudah lelah dan banyak ide yang ia miliki, juga over percaya diri.

Suasana hati itu bisa berubah seketika menjadi depresi, sedih luar biasa, menangis, tidur terus, putus asa dan hal tersebut bisa berlangsung berhari-hari bahkan ada yang sampai memicu bunuh diri. Sedangkan untuk hipomanik, adalah kondisi manik yang lebih ringan tingkatnya.

Untuk mengurangi efek dari manik dan depresi yang diderita oleh pasien bipolar, mereka harus mengonsumsi obat terus menerus. Psikiater adalah salah satu pihak yang bisa memberi resep obat untuk masalah kejiwaan.

“Memberikan obat adalah cara mencegah episode manik atau depresi datang. Obat ini diminum secara terus-menerus,” jelas dr Nurmiati Amir SpKJ(K) dari Departemen Psikiatri FKUI/RSCM.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here