Jonas Folger Siap 'Guncang' MotoGP 2017, Podium GP Jerman Bukan Kebetulan (1)

MotoGP 2017 memiliki persaingan yang terlalu sengit. Bukan cuma karena keberadaan dua raksasa utama, Yamaha dan Honda. Tetapi juga karena Ducati sudah berkembang. Menurut Herve Poncharal,  bos Monster Yamaha Tech 3, bahkan timnya yang cuma tim satelit Yamaha, awalnya cuma membidik duduk di 10 besar.

Penampilan Johann Zarco dan Jonas Folger di putaran pertama MotoGP 2017 tergolong sensasional. Keduanya malah berhasil merebut podium di kandang masing-masing. Zarco sukses di GP Le Mans dan Folger di GP Sachsenring. Lebih apik lagi melihat posisi mereka di klasemen sementara.

Zarco duduk di urutan keenam, dan Folger tepat di bawahnya. Mereka mampu lebih unggul daripada Jorge Lorenzo, pebalap utama Ducati. Dan menurut Herve Poncharal, hal ini sama sekali di luar dugaan. Dalam wawancara eksklusif dengan Crash.net, Poncharal menyebut hasil ini sebenarnya nyaris tidak realistis.

Diberi pertanyaan, “Jika seseorang mengatakan pada musim dingin (sebelum MotoGP 2017) bahwa tim Anda akan memimpin balapan, mendapatkan pole, dan merebut podium sebelu liburan musim panas, apa yang akan Anda katakan?” Poncharal menjawab, “Saya akan berkata kepadanya,  ‘Anda adalah seorang pemimpi!’”.

Jonas Folger Siap 'Guncang' MotoGP 2017, Podium GP Jerman Bukan Kebetulan (2)

“Beberapa orang mungkin mengira kami pesimis saat kami berbicara tentang (target realistis) berada di posisi sepuluh besar.Jujur, inilah yang kami targetkan (sebelum MotoGP 2017).Ada dua pebalap tim pabrikan Ducati, dua pebalap tim pabrikan Honda, Dua pebalap tim pabrikan Yamaha, dua pebalap tim pabrikan Suzuki … – ditambah Maverick (Vinales) plus Cal (Crutchlow), (Danilo) Petrucci, (Scott) Redding. Di atas kertas, mudah saja meramal kami berada di luar sepuluh besar.”

Namun nyatanya, berbekal dua pebalap rookie, Tech 3 malah bisa mendapatkan posisi terhormat. Tim ini bahkan berada di urutan keempat klasemen tim, hanya di bawah Movistar Yamaha, Repsol Honda, dan Ducati.

Tentang hal ini Poncharal menyebut, “Putaran pertama ini sangat luar biasa bagi kami. Memang kami bisa merasakan sesuatu (yang berbed) selama tes musim dingin, tapi Anda tidak benar-benar tahu apakah semua orang menunjukkan semua kartu mereka (dalam tes tersebut).”

“Semua bermula dari kegagalan Zarco di Qatar (mengalami DNF setelah memimpin balapan). Saya kala itu sangat sedih karena berpikir ‘mungkin itu satu-satunya kesempatan kami’. Tapi Zarco malah berkata, ‘Herve, jangan bersedih karena saya tahu situasi ini (memimpin lomba akan terjadi lagi’. Saya tidak percaya (tapi dia benar).”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here