Lain ladang lain belalang, lain budaya lain pula tradisi seksualnya. Sayangnya, nilai-nilai tradisi yang terkandung di dalamnya sering kali berbenturan dengan pandangan medis.



Dari berbagai macam tradisi seksual yang ada di seluruh penjuru dunia, beberapa di antaranya terbilang mencengangkan dan dianggap tak masuk logika. Apa saja?


Setiap laki-laki di pedalaman Papua Nugini akan dipisahkan dari perempuan semenjak berusia tujuh tahun dan hidup dengan sesama pria selama sepuluh tahun. Selama masa itu, mereka diwajibkan untuk meminum sperma para tetua adat yang dipercaya dapat mempertahankan kekuatan selama masa pertumbuhan. Hal tersebut berlangsung sampai akhirnya mereka dinyatakan dewasa dan kembali ke komunitas asalnya.


Untuk menjadi pria sejati, setiap anak laki-laki bakal disunat secara sadar dan setelahnya ia harus memakan kulit ujung kemaluannya itu. Setelah bekas sunat mengering, kemaluan mereka dibelah memanjang hanya di bagian bawah mulai dari ujung penis hingga buah zakar.


Darah yang menetes harus terbakar oleh api di bawahnya. Ritual ini otomatis mengubah saluran buang air kencing mereka, yakni di bagian bawah organ intim, bukan lewat ureta atau saluran pembuangan sebagaimana mestinya.


WoW… Inilah 5 Bintang Film ‘Panas’ Paling Seksi 2017! Part -1


Keterbatasan lahan pertanian di kawasan Himalaya dijadikan alasan untuk berbagi istri. Keluarga dengan lebih dari satu anak laki-laki dihadapkan dengan pembagian tanah untuk setiap anak yang akan berkeluarga. Para orangtua akan mencari satu istri saja untuk anak laki-laki mereka agar hidup bersama tanpa membagi tanah keluarga. Sulit untuk dibayangkan.


Menurut Sex and Society, pasang surut aliran sungai Nil di Mesir disebabkan oleh ejakulasi Atum (Dewa Penciptaan). Konsep ini terbentuk karena banyak raja-raja Mesir kuno yang melakukan ritual masturbasi ke sungai Nil untuk menjamin kelimpahan air. Terinspirasi tindakan itu, maka pria-pria Mesir kuno melakukan festival Dewa Min dengan melakukan adegan seksual di muka umum.


Sudahkah Kamu Tahu Manfaat dari Sunat??


Bangsa Yunani kuno percaya bahwa mereka yang lebih aktif secara seksual (tak peduli siapa partnernya) akan mendapat status sosial lebih tinggi. Mereka tak membedakan hasrat seksual oleh jenis kelamin namun lebih menekankan pada peran yang dilakukan oleh orang per-orang di sana.


Waduh, benar-benar luar biasa ya tradisi seksual diatas POPle?

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here