Polemik Pansus Hak Angket KPK dinilai semakin melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena itu Mantan Direktur Kemitraan (Partnership) Harbrinderjit Singh Dillon mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menentukan sikap dalam merespon hal tersebut, dengan menjadi kepala negara yang sesungguhnya.


Menurutnya, selama ini Jokowi hanya menyampaikan bahwa Pansus Hak Angket KPK merupakan ranah legislatif. Dan lantaran sikap yang ditunjukkan oleh Jokowi inilah, Dillon mengungkapkan bahwa Jokowi telah mengambil posisi sebagai kepala pemerintahan atau eksekutif, dilansir Tribunnews.com.

“Saya mau ingatkan ke Jokowi dia bukan hanya kepala pemerintahan. Kalau beliau katakana ini ranah legislatif, dia tempatkan dirinya sebagai kepala pemerintahan. Padahal kan, dia punya peran sebagai kepala negara,” tutur Dillon yang hadir bersama Koalisi Masyarakat Sipil, Kamis (28/9), di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip laman Tribunnews.com, Kamis (28/9/2017).

Lebih lanjut Dillon menambahkan bahwa Jokowi sebagai kepala negara diharuskan segera menentukan dan mengambil langkah tegas demi merespons Pansus Angket KPK, yang semakin berupaya dalam melemahkan KPK.

“Jadi yang kita minta dia sebagai kepala negara, harus berpihak pada republic, harus berpihak pada rakyat, harus berpijak pada masa depan. Jadi nggak bisa dia katakana bahwa itu bukan ranah dia,” tambah Dillon lebih lanjut.

Dan di sisi lain, dari laporan sementara yang dikeluarkan oleh panitia khusus hak angket terhadap KPK tidak bisa dianggap sebagai langkah untuk membenahi KPK. Menurut Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Miko S Ginting, isi laporan hanya mencari kesalahan KPK tanpa mengevaluasi para penegak hukum, seperti diwartakan Kompas.com.

“Faktor konflik kepentingan dan kesan mencari-cari kesalahan KPK telah tampak begitu kuat dalam kerja-kerja Pansus selama ini,” tandas Miko dalam siaran pers, Kamis (28/9/2017), seperti yang dikutip dari laman Kompas.com, Kamis (28/9/2017).

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here