Isu mengenai akan diputarnya kembali film Penghianatan G30S/PKI terus menuai pro dan kontra. Salah satu pihak yang tidak setuju diputarnya film tersebut adalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ketua Bidang Kebudayaan dan Hubungan antar-Umat Beragama PBNU Imam Aziz berpendapat jika fil tersebut sudah tidak cocok jika diputar saat ini.

Ia mengatakan jika film garapan sutradara Arifin C.Noer pada 1984 itu adalah sebuah film propaganda.

“Itu film propaganda yang dipaksakan untuk membenarkan versi tentara tentang peristiwa 1965,” kata Imam, Minggu (17/9/2017), dikutip dari tempo.co.

Imam juga mengatakan jika film tersebut bisa jadi sangat efektif jika diputar ketia Orde Baru yang serba tertutup, namun tidak tepat jika diputar saat ini. “Tapi kalau diputar sekarang, mungkin banyak yang akan tertawa terbahak-bahak,” kata Imam.

Pria kelahiran Pati, Jawa Tengah itu bahkan menganggap film G30S/PKI sebagai film horor murahan. Sebab, menurutnya saat ini sudah banyak yang tahu siapa dalang sesungguhnya dari terbunuhnya para jendral tersebut. Di samping itu, dirinya juga menyatakan bahwa masyarakat juga sudah memahami peristiwa lanjutan setelah aksi pembunuhan paran jendral itu, yakni terbunuhnya anggota dan simpatisan PKI. “Semua sudah enggak rahasia lagi,” kata dia.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan jika pemerintah tidak bersedia mengakui adanya fakta-fakta itu, maka biarkan itu menjadi urusan pemerintah. Akan tetapi, menurutnya masyarakat sudah tidak bisa dibohongi lagi. “Tapi rakyat sudah tidak percaya kebohongan yang dibuat rezim Orde Baru,” kata Imam.

Pendapat senada juga disuarakan oleh Anggota Komisi Pertahanan DPR RI, Andreas Hugo Pereira. Ia menganggap jika film tersebut telah kehilangan momentum jika diputar saat ini.

Meski demikian dirinya menyatakan tidak keberatan dengan film tersebut, sebab pada dasarnya tidak pernah ada pelarangan. “Ya silakan saja, selama ada pihak (stasiun televisi) yang bersedia untuk memutarnya,” katanya, Minggu (17/9/2017), dikutip dari tempo.co.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here