Irwandi Yusuf selaku Gubenur Aceh akhirnya melayangkan surat kepada Pemerintah Myanmar melalui Kedubes Myanmar untuk Indonesia terkait krisis di Rakhine, Myanmar yang terjadi kurang lebih dua pekan terakhir.

Mulyadi Nurdin, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh menyebutkan jika di dalam surat tersebut, Irwandi Yusuf menyebutkan keprihatinanya terhadap konflik Rohingya yang sudah menelan ratusan korban jiwa. Serta menyebabkan ratusan ribu penduduk Rohingya lari dari tempat tinggalnya dan mengungsi.

Mulyadi Nurdin menjelaskan di dalam surat yang ditulis dalam bahasa Inggris tersebut, dibuat oleh Gubenur Aceh pada tanggal 8 September 2017. Dan rencananya dalam waktu dekat akan segera dikirimkan ke Kedutaan Besar Myanmar yang berada di Jakarta.

“Surat itu dilayangkan Gubernur Irwandi Yusuf sebagai bentuk kepedulian yang tinggi terhadap isu kemanusiaan, perdamaian dunia, serta Hak Asasi Manusia,” papar Mulyadi seperti yang diwartakan Okezone pada Minggu (10/9/2017).

Di dalam surat tersebut, sebagai provinsi yang mengalami 30 tahun konflik bersenjata, dan juga 15 tahun di bawah status Zona Operasi Militer, Aceh bisa mengakhiri konflik tersebut pada tahun 2005 dengan jalan proses Perdamaian. Pemerintah Aceh turut menyesalkan keputusan Myanmar yang memaksakan operasi militer di wilayah Rakhine itu.

“Pengalaman konflik bersenjata di Aceh hanya menyebabkan kemunduran kehidupan sosial dan ekonomi dan membawa kerugian besar bagi korban yang kebanyakan adalah warga sipil,” ujar Mulyadi Nurdin mengutip surat Gubernur Aceh tersebut.

Gubenur Aceh meminta agar Pemerintah Myanmar tidak menggunakan kekuatan berlebihan dan mendesak agar operasi militer itu segera dihentikan. Operasi militer itu dianggap hanya akan memperpanjang kekerasan dan juga radikalisme.

Intinya, pemerintah Aceh meminta kepada Myanmar untuk bisa menemukan solusi dalam di wilayah yang sarat akan konflik tersebut. Berikut ini selengkapnya isi surat dari Gubenur Aceh.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here