Berita

Penculik bayi ditangkap, Nur: dua tahun menikah belum punya anak

Dibekuk polisi di rumah kontrakannya di gang Mekar daerah Cijantung Jakarta Timur, pukul 04:00 pagi (16/6), Nur Halimah (32) – penculik bayi adopsi, mengaku perbuatannya dilandasi keinginan memiliki anak. Ia nekad melakukan perbuatan itu, karena dua tahun menikah belum hamil juga.

Tetangga tidak sangka anak yang diasuh Nur Halimah selama empat hari ini, bukan anak kandung. Karena Nur – sapaan Nurhalimah di lingkungan tempat tinggalnya, selama ini dianggap wajar dan tidak mencurigakan.

Karena Nur setiap pagi menjemur bayi lelaki berusia 14 hari itu di depan rumah, yang hanya dapat dilewati kendaraan motor saja. Bahkan, beberapa tetangga yang sempat datang menjenguk ke rumahnya, selalu dikatakan Nur sebagai bayinya yang baru dilahirkan.

Nur selama ini, seperti dikatakan tetangga, selalu berpakaian dengan perut buncit. Ia tinggal baru empat bulan di gang mekar. Warga tidak tahu Nur tinggal sebelumnya. Mengingat Nur tipe warga yang jarang bergaul dengan tetangga sekitarnya.

Seperti ramai diberitakan, Nur menculik bayi adopsi milik Upik Tilani Rukmini, saat bertemu di Mall ITC BSD, pada senin siang (12/6). Berawal dari pertemanan sosmed, yang kemudian ditindaklanjuti kedatangan pertama Nur di rumah Upik pada 3 Juni 2017.  Di pertemuan kedua, Nur janjian bertemu Upik di Mall ITC BSD.

Baca Juga:  Dua Pilar Keok, Indonesia Kehilangan Andalan di Ganda Putra

Tenang setelah dua hari

Saat terjadi pertemuan, rencana Nur membirakan minatnya merawat bayi lelaki, yang baru di adopsi Upik dari rumah sakit Permata Pamulang. Apalagi Upik merasa tidaksanggup merawat bayi adopsinya itu.

“Saya tidak ada rencana jelek. Bayi ini saya ingin rawat dan besarkan sendiri,” ujar Nur di Polsek Serpong.

Namun jeleknya Nur membawa bayi, dilakukan dengan cara memperdaya Upik, Nur menyuruh Upik dengan menyerahkan uang 50 ribu, untuk membeli kentang di supermarket yang ada di Mall ITC BSD. Sementara bayinya dipegang Nur, menunggu Upik kembali.

Tiga menit setelah Upik jalan beli kentang, Nur langsung keluar Mall ITC BSD, dan menumpang kendaraan umum menuju rumahnya.

“Perasaan takut ketangkap ada saat dalam perjalanan. Bayinya tidak rewel selama di kendaraan umum. Khawatir kalau rewel (bayi) bisa dicurigai penumpang,” papar Nur.

Karena Nur tidak membawa perlengkapan bayi saat membawa kabur bayi adopsi Upik. Dirinya hanya membawa surat adopsi dan kwitansi pembayaran dari rumah sakit yang diperolehnya dari Upik.

Sesampai di rumah, Nur mengaku tidak serta merta menunjukkan bayinya ke tetangga. Ia simpan di dalam rumah. Baru ke esokan hari, Nur baru berani membawa keluar rumah.

Baca Juga:  Ingin Sewa Car Seat Buat Mudik, Ini Daftar Harganya

“Cuma sekedar menjemur bayi, lalu dibawa masuk lagi ke dalam rumah. Tetangga sempat tanya tanya juga. Saya jawab seadanya biar tidak banyak bertanya,” jelas Nur yang belum memberi nama bayinya.

Rencana Nur mau buat syukuran dalam bulan ini, setelah usia bayi berumur 40 hari. Sekaligus memberi nama bayinya itu.

“Setelah bayi dua hari dirumah, saya baru merasa tenang. Pemberitaan tentang penculikan bayi juga saya baca di media online,” ujar Nur mengenai ketakutannya dicari polisi.

Nur merasa perbuatannya tidak diketahui tetangga, lantaran saat bertemu Nur memakai baju muslim tertutup. Dengan cara itu, Nur merasa polisi juga mengalami kesulitan mencari, meski aksinya terekam CCTV saat di Mall ITC BSD.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Sampaikan Pendapat

%d bloggers like this: