Pertemuan Bersejarah Donald Trump dan Kim Jong-un

Posted on

Donald Trump berjabatan tangan dengan Kim Jong-Un (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)

Pertemuan bersejarah dua pemimpin negara, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pempimpin Korea Utara Kim Jong-un akhirnya berlangsung dengan lancar.


Pertemuan yang digelar di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018) pagi hanya berlangsung singkat. Hanya sekitar 45 menit dan hanya didampingi dua penterjemah. Seorang penterjemah untuk Donald Trump dan seorang lagi untuk Kim Jong-un.


Dilansir dari Reuters dan CNN, usai pertemuan tatap muka atau one-on-one, keduanya langsung menuju balkon hotel menemui awak media yang menunggu di luar.


Kepada media, Trump mengatakan bahwa pertemuan mereka berlangsung sangat baik.

Baca Juga:  Diancam Akan Buka Dosa Amien, PAN Balik Ancam Luhut

“Hubungan luar biasa,” ucap Trump dari balkon Hotel Capella.


Usai menyapa wartawan, Trump dan Kim Jong-Un kembali masuk ke ruang pertemuan dengan didampingi pejabat AS dan Korut.


Trump tampak didampingi Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton dan Kepala Staf Gedung Putih John Kelly, serta seorang penerjemah.


“Kita akan sukses,” ucap Trump kepada Kim Jong-Un yang duduk di hadapannya. “Dan saya berharap untuk mengupayakannya (sukses-red) dengan Anda. Ini akan diselesaikan,” imbuhnya.


“Bekerja bersama-sama, kita akan mengatasinya. Kita akan menyelesaikannya,” ujar Trump lagi. “Akan menyelesaikan persoalan besar, dilema besar,” sebutnya.


Sementara Kim Jong-Un didampingi oleh Wakil Ketua Komisi Pusat Partai Pekerja Korea, Kim Yong-Chol, kemudian Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong-Ho dan Wakil Ketua Komisi Pusat Partai Pekerja Korea lainnya, Ri Su-Yong. Kim Yo-Jong, adik perempuan Kim Jong-Un yang mendampingi kakaknye ke Singapura, tidak ikut hadir.

Baca Juga:  Luhut: Wo, Nanti Maju, Maju Aja Tapi Jangan Pakai Agama sebagai Kampanye

Pertemuan bilateral ini dijadwalkan berlangsung hingga pukul 11.30 waktu setempat, untuk kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama.


Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin AS dan Korut untuk bertatap muka. AS menginginkan Korut untuk menyerahkan senjata nuklirnya secara penuh, terverifikasi, dan tidak dapat lagi dikembalikan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.