Operasi tangkap tangan (OTT) yang kerap dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) malah mendapat kritikan dari Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Arteria Dahlan. Arteria Dahlan malah anggap KPK gagal karena banyak OTT. Anggota Dewan dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu mengatakan OTT KPK adalah bentuk kegagalan lembaga antirasuah tersebut dalam melakukan pencegahan.

“Suksesnya KPK ini bukan banyaknya KPK tangkap orang. Ini adalah bukti kegagalan KPK dalam konteks pencegahan,” ujar Arteria dalam rapat dengar pendapat Komisi Hukum dengan KPK di gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/9/2017). Demikian seperti dikutip dari laporan Tempo.co, Rabu (27/9/2017).

Arteria juga mempersoalkan penyebutan operasi tangkap tangan yang digunakan KPK. Dia bahkan menjelaskan perbedaan antara operasi tangkap tangan dan tangkap tangan. Arteria meminta pimpinan KPK memahami perbedaan antara kedua terminologi tersebut.

“Ini bahasa hukum, pahami. Ngeri kalau pimpinan KPK nggak ngerti bahasa hukum,” tandas Arteria.

Dia juga menuturkan bahwa OTT yang dilakukan KPK seperti penjebakan. Arteria menganggap para tersangka yang ditangkap KPK melalui OTT sudah menjadi target operasi sebelumnya.

“Saya mohon di SOP-nya jangan kata OTT. Jangan OTTlah, namanya penjebakan,” imbuh Arteria.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat Arteria mempersoalkan sikap pimpinan KPK yang tidak memanggil anggota DPR dengan sebutan “Yang Terhormat”.


Arteria membandingkan pimpinan KPK dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal  Tito Karnavian dan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, Kapolri dan Presiden pun memanggil mereka dengan sebutan “Yang Terhormat.”

Lansiran laman BeritaSatu.com, gencarnya institusi pimpinan Agus Rahardjo dalam melakukan OTT dinilai Arteria sebagai bentuk kegagalan KPK, sehingga ia pun mempertanyakan langkah KPK dalam melakukan OTT terhadap sejumlah kepala daerah tersebut.

“?Saya juga mau mengatakan suksesnya KPK bukan banyaknya KPK nangkap orang atau OTT, tapi OTT itu bukti kegagalan KPK dalam fungsi pencegahan. KPK ini gagal,” ungkap Arteria.

Arteria menegaskan, sejak 15 tahun berdiri, KPK masih juga tidak mengurangi tindak kejahatan korupsi di tanah air. Untuk itu, KPK diminta tidak perlu bangga dengan banyaknya OTT tersebut.

“Korupsinya juga tidak berkurang. Jujur saja ini bukan OTT, ini sudah menjadi target KPK bahwa orang itu harus ditangkap,” tandasnya kemudian.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here