Rekor baru berhasil dicatatkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam gelaran Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dalam satu pekan, ada tiga OTT yang digelar KPK di beberapa wilayah yang berbeda dengan hasil mengejutkan.


Dalam OTT yang digelar KPK pada Rabu (13/9), mereka berhasil mengamankan Bupati Batubara Orang Kaya Arya Zulkarnaen. Menurut KPK, penangkapan tersebut diduga ada kaitannya dengan suap di beberapa proyek Pemkab Batubara 2017.

Sementara itu Jumat (15/9), dalam OTT yang digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, KPK mengamankan pimpinan DPRD Banjarmasin karena diduga menerima suap untuk pembahasan rancangan perda (ranperda) tentang penyertaan modal untuk PDAM di ibu kota Provinsi Kalsel.

Kemudian Sabtu (16/9), dalam lawatan KPK di Kota Batu, Jawa Timur, mereka menggelar operasi senyap. Dan nama sosok politik yang berhasil masuk ke dalam jaring KPK di dalam OTT tersebut adalah Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko.

Praktisi hukum, Muara Karta mengungkapkan sebanyak tiga kali OTT yang dilakukan dalam sepekan tersebut menjadi prestasi membanggakan yang ditorehkan oleh KPK. Ia menambahkan, selama tiga kali OTT, KPK menciduk dua kader Golkar dan satu politikus PDI Perjuangan, seperti dilansir Jpnn.com.

“Di sini KPK bekerja tidak pandang bulu. Siapa yang salah tetap disikat,” ujar Muara Karta ketika ditemui, Sabtu (16/9), seperti dikutip dari laman Jpnn.com, Minggu (17/9/2017).

Seperti yang telah diketahui, Bupati Batubara Orang Kaya Zulkarnaen adalah kader dari partai politik Golkar yang juga merupakan Ketua DPD Golkar Batubara. Sementara dalam OTT di Banjarmasin, Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali yang tertangkap adalah kader dari Golkar.

Lalu untuk OTT yang digelar di Batu, Eddy Rumpoko yang berhasil dijaring KPK merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang. Diberitakan Eddy Rumpoko telah memimpin Pemkot Batu selama kurun dua periode.


“Kalaupun tidak lama hukumannya, paling tidak jika sudah ditetapkan sebagai tersangka, terdakwa, lalu divonis, itu memberikan pelajaran bagi yang lain,” tandas Muara Karta dengan tegas, seperti dikutip dari laman Jpnn.com, Minggu (17/9/2017).

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here