Roro Fitria

Roro Fitria selama ini menjadi sorotan karena kerap melakukan ritual – ritual kejawen. Roro dituding sebagai seorang muslim yang musyrik karena melakukan hal yang tidak diajarkan oleh Islam. Termasuk ketika Roro melakukan ritual malam 1 Suro kemarin, ia mendapat kritikan tajam. Roro kemudian menjelaskan alasan dirinya melakukan ritual malam 1 Suro tersebut.

Di postingan Instagram nya, Roro Fitria mencoba untuk memaparkan alasannya melakukan ritual malam 1 Suro. Ia berdalih jika semua yang dilakukannya adalah untuk melestarikan budaya Indonesia yang sudah hampir punah. Budaya ini sudah ada dari sebelum Islam masuk ke tanah air dan oleh para Wali Songo yang menyebarkan Islam di tanah Jawa memang tidak dihapus tapi dilebur. Itu mengapa Roro sampai saat ini masih mempertahankannya.

“Assalamuaikum Wr Wb. Menanggapi adanya pro kontra berkenaan #Ritual #Budaya malam 1 Suro 1439 H yang menjadi #viral di berbagai media, Kanjeng Raden Ayu Tumenggung #NYAI #ROROFITRIA , SE.MM ( #artis, #praktisi #supranatural, #bangsawan ) memberikan pernyataan guna membuka #wawasan kita semua untuk saling #menghormati & menjunjung tinggi #adatistiadat #warisan leluhur kita. Sebagaimana budaya adalah akar suatu Bangsa berdiri kokoh & kuat. Dan memjadikan #suritauladan bagi generasi #muda yg selalu #komitment utk melestarikan adat istiadat Indonesia, yg semakin hari semakin tergerus era #globalisasi / #modernisasi.” jelas Roro Fitria.

Sebelumnya, Roro juga keberatan jika karena seringnya ia melakukan ritual Kejawen dirinya langsung dituding sebagai seorang musyrik karena sampai saat ini dirinya masih sholat lima waktu.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here