Roro Fitria

Roro Fitria sering disebut – sebut sebagai musyrik alias menyekutukan Tuhan karena melakukan ritual – ritual kejawen. Tetapi sesungguhnya, Roro Fitria tak mau disebut musyrik karena dirinya masih menjalankan ibadah sesuai ajaran Islam.

Roro Fitria geram ketika banyak komentar yang menyebutnya musyrik karena melakukan ritual – ritual kejawen. Ia membantah jika hal itu adalah bentuk dari menyekutukan Tuhan. Islam yang dianut Roro adalah Islam Jawa atau Islam Kejawen. Menurut Roro, Islam Kejawen ini sudah ada dari dulu sebagai bentuk peleburan ajaran Islam dan juga tradisi Jawa.

Roro Fitria

“Saya enggak suka kalau dibilang musyrik, karena saya masih salat 5 waktu. Lebih tepatnya saya itu Islam kejawen. Kan Islam pertama kali dateng itu udah ada kulturasi antara Islam, Hindu, dan lain-lain. Saya suka ziarah ke makam wali songo itu semua saya lakukan secara ikhlas, rela dan tidak ada paksaan. Saya bersyukur diberi komitmen yang tinggi dan keteguhan iman untuk selalu menjalankan ritual budaya itu. Ini lebih ke budaya, bukan musrik,” bantah Roro Fitria dikutip Kumparan (13/9).

Roro juga menjelaskan maksud sesajen dalam ritual yang dilakukannya di hari – hari tertentu itu.

“Kenapa harus ada sesaji? Itu karena sesuatu hal yang merupakan energi metafisika, enggak bisa dinalar oleh pikiran ya. Tidak ada orang yang biaa memberi penjelasan secara logika karena ini bicara soal energi. Yang jelas, pertama kali saya berdoa tentu untuk Allah, baru untuk leluhur-leluhur saya, kanjeng roro kidul, dan sebagainya. Jadi, lebih ke budaya aja, sih,” paparnya.

Dengan menjalani ritual tersebut, Roro mengaku jika dirinya merasa damai.

“Saya mendapatkan suatu kedamaian jiwa, saya selalu merasa dilindungi, diberikan kemudahan-kemudahan, dan tentunya diberikan intuisi tersendiri, ketika ada suatu hal yang tidak baik akan menghampiri saya,” tutupnya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here