Jika Duel CR7 vs Messi Digelar di Ring Tinju, Pemenangnya Adalah ...

Rumus menyegel Lionel Messi sudah ditemukan, meski belum 100 persen valid. Tidak bersinarnya Si Nomor 10 Barcelona saat klubnya melawan Girona menjadi catatan tersendiri. Dalam laga tersebut, Girona menggunakan taktik man to man marking: Messi dikawal Pablo Maffeo sepanjang pertandingan. Lalu, apakah taktik ini akan terus dipakai para lawan Barca untuk membuat La Pulga ‘lenyap dari laga’?

Seusai pertandingan Girona vs Barcelona yang berkesudahan 0-3, pelatih tuan rumah Pablo Machin, membuka ‘sedikit rahasia’. Timnya memang kalah telak dalam derby pertama mereka menghadapi kubu Camp Nou. Namun, penyegelan terhadap Messi yang dilakukan Girona tergolong jempolan. Machin menuturkan, sejak awal dia bertujuan menciptakan pertarungan tanpa Lionel Messi. Hal ini dilakukan untuk membatasi efek penghancur yang bisa diberikan Messi untuk timnya.

Kata Machin,“Kami mencoba mengurangi dampak (kehadiran Messi). Memang ada kartu kuning untuk Pablo Maffeo (yang mengawal Messi), tapi selebihnya dia bekerja dengan baik. Kami berupaya menciptakan laga antara sembilan pemain lapangan melawan sembilan (pemain lapangan Barcelona).”

Jelas, Girona bukanlah satu-satunya tim yang menerapkan penjagaan man to man terhadap Lionel Messi. Sebelumnya ada beberapa klub seperti Liverpool, Real Madrid, atau Athletic Bilbao yang berbuat serupa. Ada yang berhasil, ada pula yang gagal. Namun, persentase keberhasilan menyegel Messi  dengan man to man marking terbukti lumayan tinggi.

Lionel Messi Akhiri Kutukan, Sukses Bobol Gawang Gianluigi Buffon 2

Sebelumnya, di Piala Super Spanyol 2017 lalu, Real Madrid menggunakan Mateo Kovacic untuk menahan Messi sepanjang laga. Hasilnya, Los Blancos bisa menghancurkan Barca. Bahkan, Madrid adalah satu-satunya tim musim ini yang bisa membungkus klub Catalan. Selebihnya dalam tujuh partai lain, Barcelona selalu unggul dari para lawan.

Dikutip dari Marca, jika dicari siapa pelopor aksi man to man marking kepada Messi, orangnya adalah Alvaro Arbeloa. Hal ini terjadi ketika dia bermain untuk Liverpool. Menurut Arbeloa, gagasan menjaga Messi dengan seorang pengawal, diinstruksikan oleh pelatih The Reds saat itu, Rafael Benitez.

Kata Arbeloa, “Rafa Benitez berkata bahwa saya akan bermain di (posisi) bek kiri. Saya menyukai idenya karena saya mengenal Messi, dia adalah pemain kidal yang bermain di sebelah kanan. Saua tahu bahwa dia selalu merangsek dari sisi luar ke wilayah dalam (pusat pertahanan). Saya seorang pemain dengan tumpuan kaki kanan, yang dimainkan di posisi sebelah kiri, jadi lebih mudah bertaha menjaganya. Dan (terbukti gagasan) itu berhasil. ”

Jelas, tidak semua taktik man to man marking terhadap Messi berjalan lancar. Bahkan Pepe (Real Madrid) dan Mikel Balenziaga (Athletic Bilbao) pernah ‘diperolok’ Messi kala mengawalnya sepanjang laga. Selain butuh kecermatan dan ketekunan, faktor lain yaitu keberuntungan cukup berperan ketika seseorang menjaga Messi.

Namun kini, dengan kesuksesan taktik Girona mengawal Messi via man to man marking –terlepas dari kenyataan bahwa mereka kalah– siapa tahu akan ada banyak klub lain yang berbuat serupa ke depan, setidaknya sepanjang musim ini.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here