Loading...
Berita

Sandiaga Sebut Dana Rp1 Triliun ke PKS dan PAN untuk Biaya Kampanye

Pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, saat mendaftarkan diri di KPU Pusat, di Jakarta, Jumat (10/8/2018), untuk mengikuti Pemilu 2019. (Foto: Antara/Desca Natalia)

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno akhirnya buka suara mengenai isu adanya mahar masing-masing senilai Rp500 miliar ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).


Sandi menilai, isu tersebut merupakan dinamika politik yang biasa terjadi menjelang pilpres. Baginya yang terpenting saat ini Partai Demokrat telah bergabung dalam koalisi bersama Gerindra, PKS, dan PAN. Dan itu patut untuk disyukuri.


“Itu dinamika yang harus kami syukuri. Sekarang Demokrat sudah bergabung dan kami sama-sama ingin united we stand,” kata Sandiaga ditemui usai menggelar pertemuan di kediaman Soetrisno Bachir di Jakarta, Sabtu (11/8/2018) malam.


“Mari bangun satu komunikasi yang Insya Allah lebih baik ke depan,” lanjutnya.



Dikutip dari Metrotvnews.com, Sandiaga menjelaskan soal uang Rp 500 miliar tersebut. Menurutnya, dana tersebut sebenarnya akan digunakan untuk biaya kampanye.

Baca Juga:  Pengamat: Jokowi-Gatot Nurmantyo Akan Jadi Duet Terkuat di Pilpres 2019

Bahkan, Sandi berniat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berkonsultasi terkait rencana penggunaan dana yang diduga sebagai mahar itu.


Masih dari Metrotv, Sandi menilai dana untuk PAN dan PKS tersebut sebagai dana kampanye yang sah. Oleh sebab itu Sandi perlu masukan dari berbagai pihak, termasuk KPK.


Menurut Sandi, harus ada pemikiran dari tokoh yang mengerti aliran sekaligus pengelolaan dana kampanye. Hal itu perlu dilakukan agar seluruh pihak dapat saling memberi masukan supaya ada perubahan dalam proses berpolitik.


“ke depan harus ada kejelasan dari mana, diskursus harus datang bagaimana membiayai kampanye nasional yang cukup mahal,” ucapnya.



Sebelumnya, melalui akun twitter, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengaku siap dipolisikan. Pernyataan ini sebagai tanggapan atas ancaman yang dilontarkan Juru bicara PKS Muhammad Kholid yang akan memproses hukum bila Andi tidak minta maaf terkait isu mahar Rp500 miliar.


Andi menjelaskan, bahwa tudingan adanya mahar ke PAN dan PKS berdasarkan info yang diperolehnya dari tim kecil Gerindra, yakni Fadli Zon, Sufi Dasco Ahmad dan Prasetyo Hadi.

Baca Juga:  Mahfud MD Menyebut Banyak Anak Muda Idolakan Habib Rizieq

“Soal Mahar ke PKS dan PAN masing-masing 500 M ini penjelasan Saya: Sekjen Hinca, Waketum Syarief Hasan dan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Amir Syamsudin mendapat penjelasan itu langsung dari tim kecil Gerindra Fadli zon, Dasco, Prasetyo dan Fuad Bawazier 8 Agustus 2018 pk 16.00,” cuit Andi melalui akun Twitter-nya, andiArief__, Sabtu (11/8).


“Soal Mahar 500 M masing-masing pada PAN dan PKS itu yang membuat malam itu saya mentuit jendral kardus. Besar harapan saya dan partai Demokrat Prabowo memilih Cawapres lain agar niat baik tidak rusak,” lanjutnya.


Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya siap jika kasus ‘Jenderal Kardus’ dan mahar ini dibawa ke ranah hukum.


“Saya terpaksa mentuit soal mahar ini karena PAN dan PKS memberi ancaman untuk membawa ke ranah hukum. Saya siap dan kesempatan ini menjelaskan pada publik,” tutupnya.




Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.