Wajar adanya bila satuan elite memiliki beragam senjata, maklum misi yang dijalankan pasukan khusus terbilang beragam, dan anytime harus siap bergerak menuju daerah operasi. Maka selain beragam varian pistol, submachine gun dan senapan serbu, pasukan elite seperti Detasemen Jala Mangkara (DenJaka) Korps Marinir juga punya beberapa jenis senapan runduk. Seperti salah satunya yang belum pernah dikupas adalah senapan sniper dari Steyr Mannlicher buatan Austria.


Seperti diperlihartkan dalam ajang Marinir Fair 2017 yang berlangsung di Kesatriaan Marinir Hartono Cilandak, Jakarta. Diantara beberapa senjata yang sudah dikenal, ada sosok senapan runduk kaliber 7,62 mm dengan warna hitam. Bentuknya sekilas mirip dengan Winchester M-70 yang dipakai sniper legendaris Tatang koswara, pun tak jauh beda dengan senapan runduk lansiran PT Pindad, SPR-1.


Namun sosok senapan Steyr Mannlicher yang diduga adalah seri Pro Hunter Elite ini punta keunikan tersendiri, dimana pada bagian depan receiver terdapat picatinny rail di kiri dan kanan, dan long picatinny rail di atas receiver yang memanjang. Tentu desain picatinny rail pada senapan runduk dengan pola operasi bolt action (tembakan satu per satu) terbilang tak biasa. Adanya picatinny rail tentu membawa keunggulan pada fleksibilitas gunner dalam mengatur posisi terepong bidik.




Untuk menahan recoil, pada ujung laras sudah disematkan muzzle brake. Nah maua tahu seperti apa performa senapan runduk andalan pasukan DenJaka Marinir? Steyr Mannlicher Pro Hunter Elite digadang punya jarak tembak efektif hingga 1.000 meter. Bobot senjata ini adalah 4,7 kg dan dilengkapi magasin dengan kapasitas 10 butir peluru. Panjang laras Steyr Mannlicher Pro Hunter Elite adalah 510 mm dan panjang senjata keseluruhan mencapai 1.088 mm.


 



Keberadaan senapan runduk kaliber 7,62 x 51 mm ini disebut-sebut mulai sudah mulai digunakan sejak tahun 2004, dan menjadi salah satu etalase dari etalase senapan runduk jenis lain yang digunakan pasukan elite ini. (Gilang Perdana)


Sumber: Indomiliter.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here