Suka Ngemil Banyak di Malam Hari Ternyata Dipicu Oleh Hal Ini

Posted on

makan

Beberapa orang akan suka sekali ngemil saat malam hari, dan merasa sulit untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Padahal di saat pagi dan siangnya mereka tidak berhasrat untuk banyak ngemil. Ternyata hal itu dipicu oleh kadar hormon ghrelin dalam tubuhnya yang sedang tidak stabil.

Menurut sebuah studi di Amerika Serikat yang telah dipublikasi oleh International Journal of Obesity, saat malam sebenarnya tubuh manusia akan mengalami perubahan hormon yang berkaitan dengan nafsu makan.

Alhasil beberapa orang yang tidak mampu mengendalikannya akan ngemil lebih banyak dan itu menyebabkan berat badan naik tidak terkendali.

Prosedur penelitian yang digunakan adalah dengan mengamati pola makan 32 orang dewasa dengan rentang umur 18-50 tahun. Separuh dari relawan itu pernah mengalami masalah gangguan makan dengan berat badan berlebih.

Lalu relawan diminta mengikuti dua percobaan yang masing-masing terkait kebiasaan makan.

Pertama mereka tidak boleh makan selama delapan jam. Lalu mereka mengonsumsi makanan cair dengan kandungan kalori tertentu pada pukul 9 pagi.

Kedua mereka juga tak boleh makan sampai pukul 4 sore dan hanya diberi makanan cair dengan kalori cukup.

Lalu dua jam setelah makan makanan cair, relawan harus menjalani uji tekanan yang caranya adalah menaruh tangan di wadah berisi air dingin selama beberapa menit. Kemudian setengah jam ke depan mereka makan makanan tidak sehat yang disajikan secara prasmanan.

Dalam dua percobaan itu relawan diukur tingkat kelaparannya dengan sebuah data yang harus diisi.

Peneliti mengungkap fakta bahwa relawan rata-rata lebih lapar pada malam hari dari pada saat siang. Di malam hari hormon ghrelin mereka naik dibanding sore atau pagi. Ini seiring dengan naiknya juga hormon stres.

Uniknya, level hormon peptida YY (PYY), hormon peredam rasa lapar malah mengalami penurunan di malam hari.

Banyak makan di malam hari bisa memicu beberapa gangguan kesehatan yang serius semisal naiknya berat badan, juga mengganggu ritme sirkadian (dikenal juga sebagai jam alami tubuh).

Loading...

Sampaikan Pendapat