Arya Fernandes, Peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan jika dua calon presiden (capres) yaitu Joko Widodo (Jokowi) dan juga Prabowo Subianto berpotensi kembali bertarung dalam Pilpres 2019.

Sementara itu, elektebilitas Jokowi tercatat terus naik dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

“Suara Joko Widodo mengalami kenaikan cukup signifikan, sekitar sembilan persen dari tahun sebelumnya,” ujar Direktur Eksekutif CSIS, Philips J Vermonte, dalam pemaparan hasil survei di kantornya, dilansir dari Viva.co.id

Proyeksi elektabilitas Jokowi meningkat dari 36,1 persen menjadi 41,9 persen. Selanjutnya, di urutan kedua ada bekas rival Jokowi di Pilpres 2014 yakni Prabowo, dengan elektabilitas 25,8 persen di tahun 2017 ini.

“Rival terdekat Jokowi, Prabowo Subianto, terlihat mengalami stagnasi suara,” ujar Philips.

Dan untuk kedepannya, seperti yang disebutkan sebelumnya, Pilpres 2019 ini akan menjadi ‘wadah’ tanding ulang Jokowi-Prabowo.

“Ke depannya, pertarungan antara dua capres, yakni Jokowi dan Prabowo relatif terbuka kembali,” ujar Arya kepada wartawan usai paparan rilis survei ”Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi” di Kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017), seperti yang diwartakan oleh Republika.co.id

Meskipun demikian Arya melihat adanya peluang bagi satu kubu lain yang mungkin bisa dikomandoi oleh Partai Demokrat. Jika partai yang dipimpim oleh SBY itu membentuk poros baru, akan ada tiga kubu dalam Pilpres.

“Ini nanti bisa jadi akan ada tiga poros, yakni poros Jokowi, poros Prabowo, dan poros alternatif. Tetapi, jika Demokrat tidak bisa menjadi motor penggerak poros alternatif, hanya tetap akan ada dua capres,” papar Arya lebih lanjut.

Oleh sebab itulah, CSIS menilai jika Pilkada Serentak 2018 akan menjadi pertaruhan bagi Demokrat untuk membuktika kemampuan membentuk poros baru. Sebab, pada Pilkada Serentak 2017 Demokrat dinilai berhasil melakukan hal tersebut di Jakarta.

 “Apakah bisa berhasil juga di Jatim, Jabar, dan Jateng? Kalau berhasil maka di nasional (koalisi) akan mudah,” kata Arya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here