Loading...
Scandal

Tahun Baru, Ini Dia Mimpi Besar Fahri Hamzah di Tahun 2018



Setiap pergantian tahun, biasanya seseorang memiliki sebuah resolusi atau harapan yang ingin dicapai di tahun depan. Salah satu orang yang juga memiliki resolusi untuk tahun 2018 adalah Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Ketika ditanya perihal harapannya di tahun 2018, Fahri mengaku jika dirinya idak memiliki proyeksi pribadi mengenai resolusi yang akan dirinya ingin capai pada tahun depan.

“Saya tidak punya proyeksi yang tidak rutin, kalau yang rutin kan kayak buku, menyebarkan pikiran-pikiran udah bagian hidup saya,” kata Fahri, Minggu (31/12/2017), dikutip dari jawapos.com.

Akan tetapi, statusnya sebagai salah satu pimpinan sebuah lembaga legislator, Fahri berkeinginan untuk terus berkontribusi dalam peningkatan politik Indonesia menuju ke tingkat yang lebih baik, terlebih untuk kelas nasional.

Pasalnya, jika dirinya mampu membuat perbaikan di politik nasional, maka dampak positifnya bisa sampai ke masyarakat ke lapisan bawah.

“Saya bersama teman-teman secara kolektif kolegial akan menyelesaikan tugas tugas di DPR, kami ingin sekali menata kawasan parlemen dan membangun DPR yang lebih baik,” ungkapnya.

Hal lain yang menjadi cita-citanya adalah mendirikan pusat pendidikan legislatif bagi para lembaga legislator. Menurut Fahri, hal itu disebabkan karena kementerian dalam negeri masih kurang maksimal dalam melaksanakan pendidikan legislatif.

“Kedepan teman-teman DPRD diseluruh indonesia memiliki tempat pelatihan yang lebih masif,” pungkasnya.


Karir politik Fahri dimulai ketika terpilih ke DPR pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2004 lewat daerah pemilihan NTB, tanah kelahirannya. Ia terpilih ke komisi III yang membidangi hukum dan menjadi wakil ketua, dan terus di sana sampai terpilih kembali dalam pemilihan umum legislatif Indonesia 2009.

Pada 15 November 2011, ia dipindahkan ke komisi IV yang membidangi antara lain BUMN dan perdagangan, sekaligus ke Badan Kehormatan DPR menggantikan Ansory Siregar. Posisinya sebagai wakil ketua di komisi tersebut digantikan oleh Nasir Djamil, rekannya di fraksi PKS.

Kini ia menjadi Wakil Ketua DPR, namun sedang menghadapi konflik dengan partai yang membawanya ke kursi DPR, Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Sampaikan Pendapat

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.