Beberapa hari belakangan ini, publik dikejutkan oleh tayangan video layak sensor yang sangat viral. Selain itu ada pula foto yang mirip Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi yang tengah memegang paha mulus yang diduga wanita dan tengah tidak bercelana.

Mengenai kondisi seperti itu sangat disayangkan oleh Arteria Dahlan yang merupakan Anggota Komisi III DPR. Menurutnya, hal itu tak boleh dipandang sebelah mata.

“Ini serius. Bangsa ini di tengah kegentingan moral,” tegas anggota Fraksi PDIP itu, seperti yang diwartakan oleh Jawapos.com

Dan lebih jauh lagi, Arteria menyebutkan jika selama ini semua pihak terlalu terlena dan bangga dan mendasarkan sejumlah hal pada hak asasi manusia (HAM). Dan seolah-oleh urusan “ranjang” seseorang dianggap sebagai hak dasar warga negara yang tanpa melihat jati diri bangsa dan nilai-nilai luhur moral. Bahkan bisa dibilang, Indonesia sudah terlalu liberal saat ini.

“Saya telah sampai pada kesimpulan bahwa saat ini kita lebih liberal dibandingkan bangsa atau negara yang liberal dalam perspektif seksual,” jelas politisi PDIP tersebut.

Anak buah Megawati itu kemudian mencontohkan Jakarta. Sebagai ibu kota, bisa dibilang Jakarta sudah menjadi surga dalam urusan hiburan malam, dan bahkan cenderung sudah mendapatkan proteksi.

Oleh sebab itulah video tak layak tonton yang melibatkan anak di bawah umur dan foto yang diduga adalah Bupati Banyuwangi itu harus menjadi bagian yang terakhir. Negara harus hadir dalam menanggani krisis moral bangsa.

Ia melanjutkan jika hal tersebut terjadi lantaran semua pihak, terutama negara selalu tak mau serius dalam memperhatikan perlindungan anak-anak dan juga perempuan. “Benar saat ini telah hadir kementerian dan lembaga terkait, tapi keberpihakan dalam politik anggaran tidak tercermin sebagai bentuk keseriusan,” imbuhnya.


Arteri melanjutkan, sejak dahulu DPR ataupun juga pemerintah belum tuntas dalam merekontrusksi dan menjabarkan perilaku pornografi dan pornoaksi dalam UU. Dahulu, kedua pihak bisa dibilang sibuk berpolemik dengan berbagai teori HAM dan demokrasi sehingga melupakan isu-isu strategis.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here