Belakangan muncul wacana mengenai akan diputarnya kembali film Pengkhianatan G 30 S PKI. Film tersebut sudah tidak tayang lagi semenjak tahun 1998, padahal sejak tahun 1984, itu adalah film yang selalu diputar pada tanggal 30 September di TVRI.

Film yang diproduseri Nugroho Notosusanto, Menteri Pendidikan era Presiden Soeharto itu memang menjadi sebuah tontonan wajib bagi rakyat Indonesia guna memperingati penghianatan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Namun setelah Presiden Soeharto lengser, film tersebut sudah tidak lagi ditayangkan di televisi dengan berbagai alasan.

Seperti diwartakan tempo.co, setidaknya ada tiga tokoh yang dianggap punya peran terhadap dihetikannya film yang pernah mencapai box office pada tahun 1985 itu. Mereka adalah Marsekal Udara Saleh Basarah, Menteri Penerangan Yunus Yosfiah, dan Menteri Pendidikan Juwono Sudarsono.

Pada sebuah wawancara pada September 2012, Juwono Sudarsono mengisahkan jika pernah dihubungi oleh Saleh Basarah melalui sambungan telepon sekitar bulan Juni-Juli 1998.

“Beliau keberatan karena film itu mengulang-ulang keterlibatan perwira AURI pada peristiwa itu (30 September),” kata Juwono, dikutip dari tempo.co.

Sebagai Menteri Pendidikan, Juwono kala itu juga meminta para ahli sejarah untuk melakukan kajian ulang mengenai sejarah PKI, terutama yang ada di pelajaran siswa SMP dan SMA. “Saya ingin informasi yang diterima siswa lebih berimbang,” ujarnya.

Ia juga memberikan contoh mengenai pelurusan sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Jika sebelumnya hanya menonjolkan peran Letnan Kolonel Soeharto pada peristiwa tersebut, maka setelahnya juga membeberkan perjuangan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Sedangkan Menteri Penerangan saat itu Yunus Yosfiah ketika itu menerangkan jika akan menghentikan pemutaran film yang punya nuansa pengkultusan seorang tokoh seperti film Pengkhianatan G 30 S PKI, Janur Kuning, dan Serangan Fajar. Yunus berdalih jika film-film seperti itu tidak selaras dengan semangat reformasi.

“Karena itu, tanggal 30 September mendatang, TVRI dan TV swasta tidak akan menayangkan lagi film Pengkhianatan G30S/PKI,” ujar Yunus, dilansir tempo.co yang mengutip Kompas, (24/9/198).

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here