Loading...
MotoGP

Terlambat Panas Di Suzuki Musim Lalu, Ini Alasan Andrea Iannone

Terlambat Panas Di Suzuki Musim Lalu, Ini Alasan Andrea Iannone 2

Andrea Iannone terbukti terlambat panas di Suzuki musim lalu. Sang pebalap Italia baru on fire ketika MotoGP 2017 mendekati akhir. Menurut Iannone, hal itu terjadi karena adaptasi dari motor Desmosedici milik Ducati ke GSX-RR milik Suzuki tidaklah mudah.

Ada tiga pebalap elite yang musim lalu menjalani debut di tim baru. Jorge Lorenzo yang menyeberang ke Ducati, Maverick Vinales yang memilih pinangan Yamaha, dan Andrea Iannone, yang terdepak oleh Lorenzo dan mendarat ke Suzuki.

Di antara ketiganya, nasib paling tragis dialami oleh Andrea Iannone. Betapa tidak? Dia tidak memenangi satu seri pun. The Mad Joe merampungkan kompetisi dengan berada di urutan ke-13 klasemen. Setelah rangkaian kesialan di awal musim, Iannone baru nyetel di akhir kompetisi.

Baca Juga:  Klasemen MotoGP 2017 Terbaru: Marquez-Dovizioso Beda 21 Angka, Siapa Juara?

Di Grand Prix Jepang yang merupakan seri ke-15 musim lalu, Iannone finish di peringkat empat –yang terbaik sepanjang tahun. Ini disusul dengan posisi enam di GP Australia, dan kembali di posisi yang sama di GP Valencia, yang merupakan seri terakhir.

Andrea Iannone terus terang mengakui, berpindah tim bukanlah perkara mudah. Dikutip dari Okezone.com, “Setiap tim MotoGP punya karakteristik berbeda, dan jika Anda sudah bertahun-tahun ada di sebuah lingkungan,  sangat sulit untuk mengubah cara Anda bekerja.”

Terlambat Panas Di Suzuki Musim Lalu, Ini Alasan Andrea Iannone 1

“Tapi seiring berjalannya waktu, Anda belajar mempercayai orang-orang yang bekerja di sekitar Anda; dan Anda harus memanfaatkan berbagai hal penting yang akan membuka mata untuk cara terbaik mengendarai motor Anda.”

Baca Juga:  Valentino Rossi Belum Pensiun Karena Haus Gelar La Decima

Iannone mengakui, dirinya sempat kesal juga karena tidak kunjung menemukan performa terbaiknya. Namun, kesabaran adalah kunci, meski harus menunggu sekian waktu untuk mencapai titik puncak.

“Kesabaran dan fokus adalah kunci sukses. Ini dua hal yang selalu saya percaya. Sekali lagi, dua hal itu terbukti tahun ini.  Kami terus bekerja, selangkan demi selangkah”

“Kami mengalami sekian frustrasi. Tetapi, bahkan di saat-saat paling gelap sekalipun, kami tidak pernah hilang kepercaayan pada kerja keras yang sudah dilakukan.”

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.