bpjs kesehatan

Data yang dimiliki oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menunjukkan bahwa jenis penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke adalah yang paling banyak menyedot dana BPJS selama ini.

Seperti diketahui, salah satu pemicu dari munculnya penyakit-penyakit kardiovaskular adalah kebiasaan merokok. Tak heran jika Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mendorong ilmuwan tanah air untuk melakukan studi terkait dampak tembakau terhadap kesehatan dan biaya kesehatan di dalam negeri.

“Selama ini bicara dampak tembakau selalu mengutip penelitian dari luar negeri. Padahal bicara tentang dampak tembakau di Indonesia, tetapi mengutipnya hasil penelitian dari luar,” ucap Menkes di Jakarta, Rabu (22/11).

Penelitian ini penting dilakukan, terutama di negeri sendiri sebab pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini segala data dan dampak bisa lebih mudah didapatkan dan dikaji.

“Mungkin di dalam negeri juga bisa dilakukan kajian dan penelitian karena angka perokok di Indonesia juga tinggi,” tambahnya.

Jika jumlah penderita penyakit kardiovakular seperti jantung dan stroke dapat diturunkan, maka dampaknya akan sangat banyak untuk kebaikan masyarakat sendiri. Bagi BPJS Kesehatan pun akan lebih bermanfaat sebab dana yang dikeluarkan untuk proses pengobatan pasien penyakit-penyakit yang dipicu oleh kebiasaan merokok itu bisa dihemat.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here