mendaki gunung

Banyak gunung di Indonesia memiliki status aktif. Hal itu tidak menyurutkan para petualang untuk mendaki gunung-gunung api di seantero negeri. Namun para pendaki hendaknya tetap waspada saat melakukan perjalanan ke puncak di kala gunung baru saja terjadi letusan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Dikutip dari laman Okezone, tips berikut bisa membantu pendakian gunung api tetap aman terkendali:

Gali informasi terkini mengenai kondisi gunung. Beberapa hal yang perlu dipahami adalah geografis, adat, istiadat, dan transportasi. Kondisi geografis terkini pasca letusan dapat dicari di internet, termasuk informasi resmi yang dikeluarkan badan resmi pemerintah. Bisa juga mendatangi pos pencatat aktivitas gunung dan menanyakan keamanan untuk pendakian.

Rancanakan pendakian secara matang. Pasalnya kondisi saat mendaki tidak bisa dipastikan seperti hadirnya hujan dan badai, apalagi pasca letusan. Bulan Juni hingga Agustus mungkin bisa dijadikan alternatif pendakian mengingat bulan tersebut cenderung cerah akibat musim kemarau.

Jangan menyepelekan persiapan dan perencanaan. Rencana pendakian tetap harus memperhatiakan tujuan dan tingkat pengetahuan outdoor dari para pendaki. Jika pesimis dengan keamanan di puncak pasca letusan, sebaiknya urungkan untuk mendaki.

Kuasai jalur yang akan didaki. Tanyakan keadaan jalur pendakian pada warga setempat, termasuk soal cuaca, adat, aturan daerah, hingga kehidupan liar di sana. Hal ini membantu memudahkan rute dan logistik selama mendaki.

Tetap minta izin dari petugas setempat. Ikuti saran-saran dan petunjuka dari petugas agar bisa mawas diri.

Persiapkan semua keperluan mendaki dengan baik. Kemungkinan ada sedikit perubahan kondisi pasca letusan. Fisik yang prima sangat penting disamping peralatan standar naik gunung. Kenali pula tanda-tanda gunung meletus untuk antisipasi juga gunung yang didaki mendadak bergejolak.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here