Imam Nahrowi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dikabarkan akan segera memanggil Adhyaksa Dault selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terkait pernyataanya beberapa wktu yang lalu yang diduga mendukung organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Makanya nanti akan kami panggil segera,” papar Imam Nahrowi saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta pada Senin (24/7/2017) seperti yang diberitakan oleh Antaranews.com

Dalam keterangannya, Menpora menyebutkan jika pemerintah pada prinsipanya akan betul-betul teliti mana yang menyangkut individual dan mana yang organisasi. Imam Nahrowi mengaku tidak akan pernah mengorbankan Pramuka secara kelembagaan lantaran memang selama ini Pramuka ini telah membentuk karakter pemuda, pelajar, dan juga mahasiswa yang lebih baik lagi.

Namun, menteri yang berasal dari Bangkalan ini menyebutkan pemanggilan yang dilakukan itu juga ada yang menyangkut posisi Adhyaksa Dault sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Pihaknya akan mengklarifikasi lebih lanjut namun juga tidak akan mengorbankan Kepramukaan yang sebentar lagi akan menggelar Raimuna pada tanggal 14 Agustus mendatang.

“Yang kita klarifikasi tentang statement Adhyaksa yang saya dengar dan saya lihat itu mendukung kilafah, mendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) meskipun waktunya sudah beberapa waktu yang lalu,” katanya

Dan akibat adanya kasus tersebut, sampai saat ini pihak pemerintah masih menahan dana yang seharusnya dikucurkan untuk Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebesar Rp 10 miliar. Karena memang sebelum semuanya jelas, pemerintah tidak akan memberikan fasilitas.

“Kami sedang mendalami karena Pramuka itu memerlukan dana secara kelembagaan tetapi harus ada sikap yang jelas nanti tentang individual yang menolak Pancasila atau secara kelembagaan Pramuka,” jelasnya lebih lanjut lagi.

Menurutn politisi berusia 44 tahun ini dana itu belum akan dicairkan sebelum pemerintah yakin dengan sikap pimpinan Pramuka itu.

“Kita ingin menyelamatkan Pramuka secara kelembagaan. Klarifikasi atau memanggil akan dilakukan secepatnya. Kami nanti akan koordinasi dengan Kemenko Polhukam,” pungkasnya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here