Valentino Rossi Tanpa Sasis Baru, Yamaha Kena Bencana di GP Sachsenring

Valentino Rossi memang sudah 21 tahun jadi jawara di kejuaraan balap motor atau MotoGP. Namun dengan usia yang 38 tahun, nyatanya ia masih sakti melawan bocah-bocah muda yang lebih cocok menjadi anaknya daripada rivalnya. Kehebatan The Doctor inilah yang membuat pebalap Formula 1, Daniel Ricciardo berdecak kagum.

Valentino Rossi mengklaim kemenangan ke-115-nya sepanjang karier di Grand Prix Assen pada bulan lalu. Ini sensasional, karena Rossi pertama kali meraih kemennagan di kelas 125cc pada Grand Prix Ceko di tahun 1996. Tidak terasa, sudah 21 tahun dunia menyaksikan keajaiban demi keajaiban yang dilakukan The Doctor.

Meskipun sudah mendekati 40 tahun, nyatanya Valentino Rossi masih sangat kompetitif. Ia bersaing melawan Maverick Vinales yang masih 22 tahun, juga Marc Marquez yang 24 tahun. Seolah usia bukan halangan besar untuk The Doctor yang sementara ada di urutan keempat klasemen MotoGP 2017, di bawah Marquez, Vinales, dan Andrea Dovizioso (Ducati).

Dan Daniel Ricciardo, pebalap F1 yang berusia 28 tahun menilai semua yang dilakukan Rossi serba magis.

Valentino Rossi 'Buka Puasa' Setelah 1 Tahun Tanpa Gelar Juara Race 2

Katanya, “Dia (Rossi) 10 tahun lebih tua dari saya, dan ada yang berkata kepada saya bahwa rentang antara kemenangan pertamanya (di GP Ceko) dengan yang paling baru-baru ini di Assen dalah hampir 21 tahun. Kemenangan adalah satu hal. Tetapi, dia adalah insipirasi bagi siapa saja; bahkan jika hanya dilihat dari sudut pandang fisik semata (karena faktor usia yang sudah 38 tahun).”

“MotoGP adalah olahraga fisik (belum lagi ditambah cedera fatal yang bisa menimpa), sehingga bagi Valentino, bisa tetap meraih kemenangan dan tetap kompetitif untuk berada di urutan terdepan dalam kejuaraan, adalah hal luar biasa.”

Daniel Ricciardo menilai, satu hal yang paling utama yang bisa dilihat dari Valentino Rossi adalah daya juang sang pebalap Movistar Yamaha. Keinginan untuk terus bertarung bisa membuat segala hal yang harusnya jadi masalah, malah terkesan tidak berarti.

“Secara mental, Valentino tidak mengalami kejatuhan oleh lamanya perjalanan, hal di luar motor, komitmen di luar balapan, dan hal itu mengesankan. Yang membuat saya takjub adalah, membandingkan dengan saya, saya tahu komitmen yang dimiliki dan kesibukan hidup yang dijalani. Dan jika Anda mengalikannya 50 kali lipat, barulah kita mencapai level Valentino Rossi.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here