Loading...
MotoGP

Valentino Rossi Belum Pensiun Dari MotoGP Karena Marco Simoncelli

Yamaha Bakal Gandeng Tim Bentukan Valentino Rossi di MotoGP 2019 3

Valentino Rossi mengakui, dirinya belum pensiun dari MotoGP karena Marco Simoncelli. The Doctor menyimpan luka yang dalam ketika juniornya sesama pebalap Italia tersebut tewas dalam kecelakaan di GP Sepang Malaysia tahun 2011. Menurut Rossi, jika bukan karena rasa cinta dan sikap hormat kepada Simoncelli, maka dia sudah jauh-jauh hari menepi dari keriuhan di MotoGP.

Saat ini, Valentino Rossi masih bertempur di MotoGP. Padahal usianya sudah 39 tahun. Jauh jika dibandingkan para pebalap baru seperti Maverick Vinales dan Franco Morbidelli. Bahkan dengan Marc Marquez yang sekarang seperti sedang membentuk era sendiri, Rossi berbeda 13 tahun.

Jelas ada pertanyaan besar tentang cara The Doctor mampu bersaing dengan para pebalap yang lebih muda. Apalagi, tampaknya ia akan menambah durasi kontrak dengan Yamaha, setidaknya sampai MotoGP 2019 kala berusia 40 tahun. Tentang hal ini, Valentino Rossi mengungkap sedikit luka. Bagaimanapun, ini ada kaitannya dengan sang sahabat, Marco Simoncelli, yang meninggal hampir tujuh tahun lalu.

Kata The Doctor untuk Gazzetta.it, “Kami berteman sangat baik, kami bersama hampir setiap hari, seringkali setelah latihan, kami pergi makan malam di rumah Carlo (Casabianca, pelatih atletik). Sic (panggilan akrab Simoncelli) membawa sushi dan dia makan dua kali lebih banyak (daripada saya).”

Yamaha Bakal Gandeng Tim Bentukan Valentino Rossi di MotoGP 2019

Terkait kecelakaan Simoncelli, Valentino Rossi merasakan luka yang dalam. Karena, dalam jarak begitu dekat, ia tidak bisa menghindarkan motor dari tubuh Simoncelli. Tapi justru inilah yang membuat The Doctor belum mau menyerah, dan tetap bertahan di MotoGP.

“Kejadian itu begitu perih dan sulit dilupakan, tapi saya tidak pernah berpikir untuk berhenti. Saya menyesal ada di sana (dalam posisi menabrak tubuh Simoncelli). Jika saja saya ada di posisi dua motor lebih lambat, maka mungkin situasinya akan lebih mudah.”

“Tapi seiring dengan waktu, segala sesuatu berlalu. Dan ketika saya memikirkan Sic, saya hanya memiliki kenangan positif. Saya terus bertahan (di MotoGP) karena cinta. Jika tidak, saya pasti sudah berhenti. Saya sudah masuk jajaran pebalap terhebat, saya telah memenangkan  gelar juara dunia. Saya bisa mengatakan ‘cukup’.”

“Saya coba membagi situasi dalam dua hal, rasa sakit dan yang harus saya lakukan untuk mengatasi sakit tersebut. Kemudian saya berpikir tentang karier yang ingin saya lanjutkan. (Kala itu) Saya kemudian ingin kembali ke Yamaha dan kembali jadi juara.”

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Sampaikan Pendapat

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.