Valentino Rossi Nekat Terjun di GP Aragon 2017, Bukan Demi Gelar Juara! (2)

Valentino Rossi resmi dinyatakan fit untuk terjun di GP Aragon 2017 yang digelar mulai Jumat (22/9) ini. Bahkan ia sudah mengikuti FP1 (Free Practice 1). Padahal, dalam konferensi pers sekalipun The Doctor terlihat masih terpincang-pincang dan menggunakan tongkat pembantu. Apakah langkah ini dipilih oleh Rossi demi memenuhi ambisinya menjadi juara MotoGP tahun ini?

Ada pengumuman yang sangat mengejutkan terjadi pada Kamis, 21 September lalu. Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi lolos tes kelayakan tampil di seri ke-14 MotoGP tahun ini, Grand Prix Aragon. Padahal, ini baru hari ke-22 sejak ia mengalami kecelakaan motorcross. Normalnya, Rossi baru bisa disebut fit setelah istirahat selama sebulan, atau bahkan 40 hari. Namun ternyata, The Doctor bisa pulih jauh lebih cepat.

Pertanyaan pun muncul, untuk apa Valentino Rossi terburu-buru seperti itu. Pasalnya, jika bicara soal perebutan gelar juara MotoGP 2017, dia dalam posisi sangat sulit. Ketika balapan tersisa lima Grand Prix lagi, ia ada di urutan keempat klasemen, di bawah Marc Marquez (Repsol Honda), Andrea Dovizioso (Ducati), dan Maverick Vinales (Movistar Yamaha). Rossi juga punya selisih 42 poin dari puncak klasemen.

Valentino Rossi Nekat Terjun di GP Aragon 2017, Bukan Demi Gelar Juara! (1)

Tentang hal ini, Valentino Rossi menuturkan, “(Comeback secepat) Ini (saya lakukan) bukan untuk kejuaraan (MotoGP 2017). Saya pikir semuanya (kemungkinan menjadi juara) terbuka. Tapi saya sudah berpikir, yang paling berpeluang adalah para pebalap yang ada di tiga besar.”

“(Comeback saya) bukan untuk itu. Saya ingin mencoba kembali ke kondisi prima secepat mungkin, dan saya pikir (terjun di GP Aragon, hanya berselang tiga minggu dari cedera) adalah cara terbaik. Saya ingin berada di sini, saya sangat menderita tidak bisa tampil di GP Misano (dua minggu lalu).”

Dukungan besar didapatkan Valentino Rossi dari berbagai pihak, termasuk manajer tim Yamaha, Lin Jarvis. Menurutnya, Rossi bisa melihat yang terjadi di ajang Formula 1 terakhir, GP Singapura 2017. Ketika itu Lewis Hamilton menemukan momentu besar dengan jatuhnya Sebastian Vettel, sang pesaing utama sehingga bisa unggul sangat jauh, hingga 28 poin.

Jarvis menuturkan, “Saya pikir Anda bisa melihat karier Valentino (yang membalap sampai usia 38 tahun) dan dapat bertanya, ‘mengapa (di usia seperti itu) dia masih bertempur?”

“Dia menyukai olahraga ini, dia adalah pembalap. Kami masih memiliki lima balapan tersisa; dan apa pun bisa terjadi, seperti yang telah kita lihat di F1.  Sekarang tiba-tiba Lewis [Hamilton] memiliki lompatan besar (unggul jauh dari) Ferrari. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here