Loading...
Lifestyle

Warung Lesehan Malioboro Ditertibkan Karena Pasang Harga Ngawur

lesehan

Sudah bukan rahasia lagi bahwa beberapa warung lesehan di sepanjang Malioboro sering tidak wajar saat memberi harga kepada pengunjung. Terkait aduan wisatawan yang mengalami hal tak menyenangkan karena harus merogoh kocek dalam-dalam usai makan di warung lesehan, maka aparat terkait sudah melakukan penertiban lapak-lapak tersebut.

“Penutupan warung lesehan itu perlu dilakukan demi ketegasan aturan dan layanan kepada pengunjung. Sebab pengunjung Malioboro harus mendapatkan rasa nyaman dan aman selama berada di Malioboro,” jelas Kepala Seksi Keamanan, Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Jogja, Bayu Laksmono seperti dilansir laman okezone.com, Jumat (30/6/2017).

Setelah penutupan, akan dilakukan evaluasi serta menetapkan sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan. Jika pengelola lesehan berjanji tidak mengulangi kecurangannya dalam hal menggetok harga pada pelanggan, maka mereka boleh membuka lagi warung lesehannya di Malioboro.

Baca Juga:  Wah, Makanan Ini Bisa Dibeli Online Lalu Di-Print dan Dimakan

Akan tetapi bila masih ada laporan pelanggaran yang dilakukan oleh penjual, maka warung bisa ditutup permanen dan tak boleh lagi berdagang disana.

“Itu kan sudah masuk daftar warung lesehan yang harus ditertibkan karena sering bikin harga tak wajar,” tambah dia.

Tindakan tegas itu dilakukan usai laporan dari pengunjung terhadap warung lesehan yang menjual masakan bakar dan goreng, viral di media sosial.

Dari foto yang diunggah pengunjung warung lesehan tersebut, tampak bon pembayaran menunjukkan harga total Rp490 ribu harus dibayar.

Rinciannya adalah: bebek goreng tiga porsi Rp96 ribu, ayam goreng empat porsi Rp120 ribu, gudeg ayam dua porsi Rp90 ribu, tujuh nasi putih Rp80 ribu, satu lemon tea Rp9 ribu, es jeruk dua Rp18 ribu, serta teh panas empat gelas Rp32 ribu.

Baca Juga:  Makanan Ini Biang Keladi Suburnya Ketombe

Harga itu jelas dinilai tidak wajar untuk sebuah warung lesehan, dan pengunjung tersebut pun protes.

“Tak hanya waktu Lebaran saja namun di waktu biasa juga mematok harga tak wajar,” tambah Bayu Laksmono.

Pic: wikipedia

Loading...

About the author

Citra

You are what you read! Ungkapan itu membuat kami ingin menyajikan berita tulisan yang sesuai dengan jati diri Anda. Selamat membaca dan silahkan berkomentar...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.