Bila Anda masih ingat, pada Pameran Alutsista TNI AD tahun 2013 silam, Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 9 Linud Kostrad sempat memperlihatkan arsenal ‘alutsista’ terbarunya berupa Medium Girder Bridge (MGB). Persisnya MGB adalah jembatan taktis militer yang berfungsi untuk menyeberangkan material maupun dukungan logistik yang pemasangannya sangat praktis dan mempunyai daya dukung yang besar dan mampu menahan beban yang melintas di atasnya dengan kapasitas 60 ton.


Baca juga: Medium Girder Bridge – Jembatan Taktis Andalan Zeni Tempur TNI AD


Selain daya sanggah yang besar, MGB digadang mudah dalam perawatan serta konstruksinya mudah dibongkar pasang. Karena reputasinya, jembatan MGB sudah banyak dipakai oleh angkatan bersenjata di seluruh dunia seperti Inggris, Amerika Serikat dan sekutu-sekutu NATO lainnya.


Total 38 negara telah menggunakan MGB, termasuk Indonesia yang mengoperasikan MGB sebagai elemen kekuatan Yon Zipur (Zeni Tempur) 9 Para/Kostrad. Yon Zipur 9 yang bermarkas di Ujung Berung, Jawa Barat ini pernah menampilkan MGB dalam Pameran Alutsista TNI AD 2013 di Lapangan Monas. Saat itu MGB jenis Single Storey ‘dinaiki’ satu unit tank ringan AMX-13.


Mengutip sumber dari rilis.id (2/1/2018), Kepala Pusat Pengadaan Kementerian Pertahanan (Kapusada Kemhan), Marsma TNI Budi Prasetyo menyebut bahwa zeni TNI AD akan mendapat penambahan jembatan militer, yakni satu unit MGB dari Inggris yang akan tiba pada Oktober 2018 dan empat unit Acrow dari Amerika Serikat pada Mei 2018. Dengan tibanya satu MGB pada bulan Oktober mendatang, maka kini TNI AD setidaknya mempunya dua unit MGB.


Unit MGB mempunyai berat yang lebih ringan ketimbang jembatan Bailey dan pastinya lebih mudah diangkut dan bisa beradaptasi. Hebatnya lagi, MGB dapat dipasang oleh satu peleton satuan Zeni. MGB tidak memerlukan pembatas yang permanen sehingga dapat mengakomodasi kendaraan yang mengangkut barang yang lebih lebar dari pada kendaraan itu sendiri, dan apabila dibutuhkan dapat dipasang jembatan lagi berdampingan disamping jembatan yang sudah ada.


Prajurit zeni AD Inggris sedang melakukan instalasi MGB. Inggris adalah pelopor penggunaan MGB.

Baca juga: M3 Amphibious Rig – Ini Dia! Truk Ponton Raksasa Untuk Zeni TNI AD


MGB punya batang-batang penyusun yang dibuat secara prefabrikasi, dalam arti telah dibuat sebelumnya. Setiap batang dibuat standar yaitu hanya beberapa tipe ukuran saja. Jembatan ini memanfaatkan pembagian/distribusi gaya akibat beban yang dipikul melalui batang-batang baja yang disusun beraturan yang hasil akhirnya secara keseluruhan membentuk semacam kerangka (frame) saling tersambung dengan baut.


MGB memiliki kerapatan antar batang penyusun rangka yang cukup rapat. Lebar jembatannya pun tidak bisa terlalu lebar, umumnya cukup untuk sejalur kendaraan berat atau tank. Berkat sifatnya yang modular dan perfebrikasi, MGB mampu disusun cepat. Bagian-bagian jembatan mampu digotong beberapa prajurit saja. Kalaupun diperlukan derek untuk mengangkat bagian yang cukup berat, crane lapangan seperti tersedia pada beberapa tipe CEV (combat engineer vehicle) sudah cukup memadai.


Dalam sebuah simulasi, pemasangan MGB yang dilakukan prajurit zeni AD Inggris hanya membutuhkan waktu 8 menit 59 detik. MGB dapat diangkut melalui air dengan menggunakan Plat bed Truck yang dimobilisasi dengan Ferry Bridge Ponton, dan melalui udara dengan heli angkut berat sekelas CH-47 Chinook.


Baca juga: Boeing CH-47F – Pilihan Indonesia, Inilah Varian Tercanggih Keluarga Chinook


Iveco ADN380T38H


Yon Zipur 9 Para yang personelnya punya kemampuan Linud (Lintas Udara) menggunakan truk untuk membawa material MGB, yaitu Iveco ADN380T38H. Truk buatan Italia yang dirakit di Spanyol ini punya kapasitas mesin 13.000 cc dengan bobot keseluruhan 38 ton. Untuk memudahkan loading dan unloading material, truk ini juga dilengkapi dengan perangkat crane. (Haryo Adjie)


Sumber: Indomiliter.com

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here